Breaking News:

Laboratorium Berjalan BTKL, Testing dan Tracing Jadi Lebih Cepat, 4 Jam Hasil Swab Keluar

Mobil ini dilengkapi alat untuk keperluan tes usap berbasis PCR, Tes Cepat Molekuler (TCM), mesin ekstraksi, PSL-2, PSC, reagen, serta peralatan lain

Penulis: Jati Purwanti | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM/JATI PURWANTI
Bagian dalam laboratorium berjalan untuk pemeriksaan Covid-19 atau mobil lab yang diterima oleh Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit (BTKL PP) Kelas I Palembang. 

PALEMBANG, SRIPO -- Proses swab test di Sumsel bakal semakin cepat mendapatkan hasilnya. Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit (BTKL PP) Kelas I Palembang mendapatkan bantuan laboratorium berjalan untuk pemeriksaan Covid-19 atau mobil lab.

Mobil ini dilengkapi alat untuk keperluan tes usap berbasis PCR, Tes Cepat Molekuler (TCM), mesin ekstraksi, PSL-2, PSC, reagen, serta peralatan pendukung lainnya.

Dengan mobil lab ini deteksi Covid-19 dapat semakin mudah. Kapasitas pemeriksaan di mobil lab ini pun mencapai 120 pemeriksaan dalam satu hari. Bahkan berkemungkinan bisa 175-200 orang per hari. Hasil pemeriksaan pun relatif cepat atau hanya memakan waktu selama empat jam saja.

Kepala BTKL-PP Palembang, Imam Sjahbandi mengatakan, mobil lab ini mendekatkan pelayanan pemeriksaan dan mempercepat hasil dalam surveilans epidemiologi. "Biasanya untuk pemeriksaan ambil di lokasi atau kirim di sana tapi dengan mobil lab ini bisa langsung datang ke lokasi. Testing dan tracing cepat, kasus ditemukan cepat," katanya pada peresmian mobil laboratorium, Selasa (9/2).

Menurut Imam, sebenarnya mobil lab ini tidak hanya untuk pemeriksaan Covid-19 tetapi untuk penyakit lainnya seperti pemeriksaan DBD. Namun, di masa pandemi mobil lab difungsikan sebagai pemeriksaan Covid-19.

Adapun tenaga analis yang ditugaskan dalam pengoperasian mobil lab tersebut yakni berjumlah sembilan orang.

"Harapan kami bisa mendapat tambahan analis menjadi 12 sehingga bisa memaksimalkan pemeriksaan. Kalau tenaga yang ada dimaksimalkan, akan capai dan rawan karena kelelahan," jelas Imam.

Dia menerangkan, untuk pertama kali mobil lab ini akan difungsikan untuk pemeriksaan di RSUD Sungai Lilin selama tiga hari. Sebanyak 70-80 reagen yang akan dibawa ke RSUD Sekayu Muba Sumsel, dengan hasil tes yang keluar per 4 jam sekali.
Selanjutnya, mobil akan dikirim ke Kabupaten Lahat.

Tak hanya itu, nantinya mobil lab juga akan di mendatangi pondok pesantren dan lembaga pemasyarakatan di Sumsel mengingat dua tempat ini memiliki potensi penularan yang cukup tinggi.

"Mobil ini akan ke daerah atas permintaan daerah. Kami berkoordinasi dengan provinsi, daerah mana saja yang diprioritaskan," ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Lesty Nuraini, menyebutkan, laboratorium berjalan ini dapat mempercepat pengendalian Covid-19 di Sumsel sebab dapat menjangkau daerah yang selama ini terkendala jarak untuk pemeriksaan.

Menurut Lesty, laboratorium ini harus mengikuti Pemantapan Mutu Eskternal (PME) sehingga hasil pemeriksaan betul-betul valid. Laboratorium pun diminta dipelihara dengan serius agar bisa terus digunakan.

"Kita dibantu dengan adanya lab bergerak surveilens ini karena dapat meningkatkan kapasitas testing PCR. Mobil bisa bergerak ke kabupaten/kota yang sulit dijangkau atau terkategori 3T," jelas dia.

Dia menambahkan, untuk mengendalikan penambahan kasus perlu meningkatkan kapasitas pemeriksaan. Terlebih, saat ini pemeriksaan baru mencapai 500 pemeriksaan sedangkan untuk daerah hanya 96 pemeriksaan. Padahal, target pemeriksaan untuk provinsi Sumsel sebanyak 1.600 tes. Selain itu, pemeriksaan yang disyaratkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) cukup besar yakni satu tes per seribu penduduk.

"Kita harusnya dalam seminggu bisa 8.500 tes. Tentu memerlukan lab yang mendukung cukup banyak," ujar Lesty. (mg3)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved