Breaking News:

Wawancara Tokoh

Wawancara Ganda Putra Indonesia Kevin Sanjaya dan Marcus Gideon (2): Rindu Teriakan Penonton

Ada yang dirindukan dalam pertandingan nanti setelah setahun absen dari turnamen, yakni, adanya keriuhan penonton dari tribun.

Editor: Soegeng Haryadi
TRIBUNNEWS
Marcus Fernaldi Gideon 

MARCUS Fernaldi Gideon menyiapkan diri untuk berlaga di dua turnamen di Eropa, yakni German Open dan All England pada Maret mendatang. Kini, dirinya tengah menjaga kondisi badannya agar tetap fit dalam setiap pertandingan. Namun, ada yang dirindukan dalam pertandingan nanti setelah setahun absen dari turnamen. Yakni, adanya keriuhan penonton dari tribun. "Saya merindukan teriakan penonton," ujar Gideon kepada Tribun Network. Berikut petikan wawancaranya.

Satu tahun absen bagaimana jelang berlaga di German Open dan All England?
Ya pastinya senang sudah bisa bertanding lagi, kita juga kangen sudah lama tidak main. Hawa pasti berbeda tidak ada penonton. Pasti kan kita lebih senang ada proud-nya, ada teriakannya, ada tepuk tangannya. Tapi ya karena pandemi (Covid-19) jadi tidak ada penonton ya tidak apa-apa.

Wawancara Ganda Putra Indonesia Kevin Sanjaya dan Marcus Gideon (1): Kita All Out di Lapangan

Persiapan jelang German Open dan All England?
Kita pasti melakukan persiapan. Setiap hari latihan selalu. Yang penting jaga badan jangan sampai sakit.

Coach Heri bilang German Open target antara, tapi target sebetulnya All England?
Saya tetap melakukan yang terbaik. Jangan sampai menyesal sudah jauh-jauh, kita semangat melakukan yang terbaik. Hasilnya mau gimana, yang penting kita puas melakukan yang terbaik.

Jelang imlek ada tradisi khusus di keluarga?
Biasanya kumpul bareng keluarga besar. Tapi karena pandemi, paling berkumpul sama papa dan mama.

Rambut sering gonta-ganti warna itu ada arti khusus?
Saya iseng saja. Senang saja biar tidak bosen. Tidak ada yang rekues warna. Istri juga membebaskan.

Di tengah pandemi apa pesan Anda?
Ya biar cepat berlalu pandeminya, jaga kesehatan, tetap pakai masker. Jangan lupa happy biar selalu sehat.

Rencana vaksinasi untuk atlet?
Siap saja, biar tidak usah swab-swab lagi, biar cepat berakhir pandeminya. Vaksin saja. Tidak usah takut, kenapa harus takut. Presiden saja tidak kenapa-kenapa kan.

Hampir setahun pandemi, apa perubahan dalam kehidupan?
Ya perubahannya pasti banyak. Signifikan semua. Jadi takut, ngumpet di rumah he-he. Banyak yang tidak jalan juga. Makanya saya ingin pandemi ini cepat berakhir salah satu jalannya pakai vaksin. Biar percaya diri, semua sehat. Daripada tidak jalan lagi. Kasian kan ekonominya banyak yang problem.

Mengajak seluruh atlet mau divaksin?
Ya semua lah kalau bisa biar cepat kan. Kita bisa jalan lagi. Harus ditutup, jaga jarak, kasian juga kan. (tribun network/denis)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved