Berita Palembang
Perjalanan Dinas Pejabat, Menjadi Salah Satu Penyumbang Bocornya Kasus Covid-19 di Sumsel
Perjalanan Dinas para pejabat pemerintahan Sumsel dan instansi terkait di masa Pandemi, menjadi salah satu penyumbang kebocoran kasus covid19
Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Welly Hadinata
Laporan wartawan Sripoku.com, Odi Aria
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Perjalanan Dinas para pejabat pemerintahan Sumsel dan instansi terkait di masa Pandemi, menjadi salah satu penyumbang kebocoran atau rembesnya kasus Covid-19 di Bumi Sriwijaya.
Dari banyaknya kasus konfirmasi positif di Sumsel, Ahli Mikrobiologi Sumsel, Prof Yuwono menyebut pasien yang ia tangani pada umumnya terpapar usai perjalanan dinas ke luar kota.
Perjalanan dinas secara sporadis yang dilakukan para pejabat, membuat para pejabat yang pulang usai perjalanan dinas langsung terpapar Covid-19.
"Sekarang kasus rembes Covid-19 ini banyak dari perjalanan dinas. Saya juga tidak mengerti kenapa masih ada perjalanan dinas. Sementara rakyat disuruh menahan diri untuk melakukan perjalanan ke luar kota," kata Yuwono, Selasa (9/2/2021).
Menurutnya, dengan masih adanya mobilitas perjalanan dinas dari para pejabat tersebut membuat kasus corona terus bergerak di Sumsel.
Seharusnya, dalam kondisi saat ini para pejabat menunda terlebih dahulu melakukan perjalanan dinas sehingga tidak terjadi kebocoran penularan kasus Covid-19.
• Warga OKU Selatan Terpapar Covid-19 Terus Bertambah, Objek Wisata Ditutup, Kerumunan Imlek Dibatasi
• Vaksin Tidak Menjamin dari Covid-19, tapi Jika Terpapar Gejalanya tak Seberat Saat Sebelum Divaksin
Kendati demikian, para pasien Covid-19 yang terpapar dari perjalanan dinas gejalanya cenderung ringan.
Akan tetapi, Yuwono mengaku dengan masih masifnya perjalanan dinas ini membuat kasus corona di Sumsel terus bergerak lantaran adanya mobile para pejabat melakukan perjalanan ke luar kota.
"Kasus-kasus sporadis dari perjalanan dinas cukup banyak. Ketika pulang mereka terpapar. Saya sekarang banyak menangani pasien dari para pimpinan dan bos-bos yang terpapar usai perjalanan dinas," tegas Dirut RS Pusri Palembang ini.
Dijelaskannya, dalam masa vaksinasi saat ini seharusnya para pimpinan dan pejabat di Sumsel harus menunda terlebih dahulu hasrat melakukan perjalanan dinas ke luar kota.
Jika ada kegiatan dinas ke luar kota, paling tidak para pejabat harus menyelesaikan vaksinasi tahap ke dua terlebih dahulu dan tetap menerapkan protokol kesehatan.
"Habis penyuntikan pertama banyak orang langsung lakukan perjalanan dinas. Harusnya dua minggu setelah vaksinasi barulah melakukan perjalanan ke luar kota," jelasnya.
Kasus Surveilance dan Imunisasi Dinkes Sumsel, Yusri menambahkan masih tingginya kasus virus corona yang terjadi di Sumsel lantaran ulah masyarakat yang masih bandel dalam menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) dalam beraktivitas sehari-hari.
"Yang jelas prokes masyarakat masih kendor, aktivitas masyarakat meningkat sehingga masih tetap menyumbang kasus baru," terang Yusri.
• Penularan Covid-19 Alami Penurunan Pasca Kehadiran Vaksin, Ini Penyebab Masifnya Kasus Positif
• Bukan 9 Tapi 3 Nakes Positif Covid-19 Pasca Divaksinasi, Gejala Muncul Beberapa Hari Usai Disuntik
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/berikut-13-kepala-daerah-terpapar-covid-19-tiga-diantaranya-meninggal-2-dinas-banjar-juga-berpulang.jpg)