Berita Palembang

3 Tanjak Palembang, Diakui Sebagai Warisan Budaya tak Benda, Perlengkapan Bangsawan Masa Kesultanan

Tanjak Palembang menurut sejarahnya adalah salah satu perlengkapan pakaian adat Kesultanan Palembang Darussalam

Penulis: maya citra rosa | Editor: Yandi Triansyah
Handout
3 Tanjak Palembang diakui Kemendikbud sebagai warisan budaya tak benda 

Namun sayangnya, tanjak yang terbuat dari kain angkinan dan prada sudah tidak ada lagi, karena pengrajinnya sudah tidak ada lagi saat ini.

“Paling banyak saat ini ya terbuat dari songket dan batik. Tapi kain dari batik jika tidak diselamatkan, untungnya saya bertemu dengan satu orang yang masih membuat tanjak dari batik,” ujarnya dalam Live Talk Sripoku TV, Senin (8/2/2021).

Dalam membuat Tanjak Palembang harus dari bahan kain khusus dengan panjang 1 x 1 meter, dengan motif yang dibuat berbentuk segitiga menyesuaikan dengan bentuk tanjak biasanya.

Kemas menjelaskan dalam filosofinya, tanjak itu berasal dari bahasa Palembang yang artinya nanjak, atau meninggi.

Hal tersebut membuat tanjak berbentuk segitiga dan memiliki ujung yang lancip.

Tidak hanya itu, tanjak ditaruh di atas kepala karena posisi kepala adalah bagian tubuh yang paling atas atau paling dimuliakan.

Tanjak yang terbuat dari kain songket dan batik Palembang juga memiliki motif yang berbeda dari daerah lain, seperti ornamen yang ada di beberapa tempat di Palembang memiliki ciri khas sendiri sebagai identitas wilayah.

Sebagai salah satu yang bergerak untuk melestarikan tanjak Palembang, Kemas meminta agar adanya kerjasama antara penggiat sejarah, pengrajin tanjak dan pemerintah dalam hal ini Dinas Kebudayaan Kota Palembang untuk membuat Tanjak Palembang lebih dekat dengan warga Palembang.

“Tidak hanya bagi warga asli Palembang, namun tanjak juga akrab sebagai budaya yang dapat digunakan dalam setiap acara-acara adat,” ujarnya.

Berikut ini ciri-ciri tanjak Palembang dalam acara-acara adat:
1. Kain persegi empat berukuran 1 x 1 meter dibentuk dengan susunan 3 lipatan di kening.
2. Dilipatan segitiga ada lipatan sedikit kedepan sebelah kiri.
3. Tinggi kain Tanjak tidak lebih dari setepa atau 5 Jari.
4. Kain yang dipakai bermotif Kerak mutung, Gribik dan Jufri.

ASAL Usul Pempek Palembang, Sejarawan : Bukan dari Cina, ada Sejak Zaman Sriwijaya, Ini Buktinya!

Reaksi Pecatan Polisi, Saat Tahu Dirinya Maling di Kontrakan Kakak Hergon, Aku Minta Maaf Yuk

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved