Berita Palembang
3 Tanjak Palembang, Diakui Sebagai Warisan Budaya tak Benda, Perlengkapan Bangsawan Masa Kesultanan
Tanjak Palembang menurut sejarahnya adalah salah satu perlengkapan pakaian adat Kesultanan Palembang Darussalam
Penulis: maya citra rosa | Editor: Yandi Triansyah
Laporan wartawan Sripoku.com, Maya Citra Rosa
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Tanjak seringkali dipakai saat dalam kegiatan adat di Kota Palembang.
Kain songket berukuran persegi dibentuk segitiga dengan ujung lancip pada bagian atasnya ini, pada 8 Oktober tahun 2019 lalu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI meresmikan Tanjak Palembang sebagai warisan budaya tak benda.
Tanjak Palembang menurut sejarahnya adalah salah satu perlengkapan pakaian adat Kesultanan Palembang Darussalam sekitar tahun 1850 an yang dipakai oleh para bangsawan atau kesultanan pada masa itu.
Selepas masa kesultanan Palembang Darussalam, tanjak Palembang masih dipakai oleh masyarakat, terutama saat acara-acara di Palembang.
Kemdikbud RI hanya meresmikan 3 jenis tanjak Palembang yaitu Tanjak Meler yang terbuat dari kain tenunan tradisional Palembang sekitar tahun 1870.
Tanjak Kepodang yang terbuat dari kain tenunan Palembang sekitar tahun 1900.
Tanjak Belah Mumbang yaitu Tanjak khusus untuk penutup kepala Pangeran Nato Dirajo dan keturunannya.
Namun menurut Sejarahwan dan Dosen UIN Raden Fatah Palembang, Kemas Ari Panji mengatakan saat bertanya kepada pengrajin, pemerhati tanjak, ternyata ada lebih dari tiga jenis tanjak, yang tidak disebutkan dalam jenis tanjak Palembang menurut Kemdikbud.
Salah satunya yang banyak dipakai oleh kebanyakan orang adalah tanjak rantau alai dan pokda, juga ada yang disebut dengan tengkulu.
“Tanjak Palembang adalah kearifan lokal yang pada masa kerajaan Palembang, atau kekuasaan negeri Palembang pada saat itu,” ujarnya, Selasa (9/2/2021).
Menurutnya, Tanjak Palembang adalah milik orang Palembang, yang popularitasnya bukan disebabkan oleh satu orang saja.
Setiap jenis Tanjak Palembang memiliki arti masing-masing, seperti tanjak kepondang yang mana ada garis tegas yang berbentuk melancip hingga ke atas.
Berbeda dengan itu, Tanjak Meler lebih berbentuk menjuntai dan tidak melancip pada ujung atas kepala.
Selain itu, selama ini orang mengira bahwa Tanjak Palembang terbuat dari songket, padahal tanjak juga bisa dibuat menggunakan kain lain seperti batik, angkinan dan prada.