Breaking News:

Seorang Warga Sumatera Utara Ditodong Saat di Atas Jembatan Ampera, 10 Juta Tunai Dirampas Pelaku

Seorang pria asal provinsi Sumatera Utara ditodong oleh empat orang tak dikenal ketika berada di atas Jembatan Ampera

Editor: Refly Permana
sripoku.com/andyka wijaya
Seorang pria asal Sumatera Utara melaporkan peristiwa penodongan yang ia alami bersama ketiga temannya saat berada di atas Jembatan Ampera. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Seorang pria asal provinsi Sumatera Utara ditodong oleh empat orang tak dikenal ketika berada di atas Jembatan Ampera, Kamis (4/2/2021) malam.

Bukan hanya dirinya, tiga temannya juga tak luput dari kejadian naas tersebut.

Mewakili ketiga temannya, pria berusia 32 tahun ini membuat laporan di SPKT Polrestabes Palembang, Jumat (5/2/2021).

BEDA Usia 16 Tahun, Hati Ikke Nurjanah Berbunga-bunga: Akhiri Status 14 Tahun Hidup Menjanda

Informasi yang dihimpun, kejadian bermula ketika korban bersama ketiga temannya berangkat dari Prabumulih hendak ke Jambi.

Setiba di Jembatan Ampera, mereka berhenti sejenak untuk pindah mobil yang berangkat ke Jambi.

Saat itulah, datang empat orang tak dikenal menghadang korban dan ketiga temannya sembari menodongkan pisau.

Lalu, mengancam korban dan ketiga temannya untuk menyerahkan barang berharga, jika tidak dituruti para pelaku akan menusuk korban dengan pisau yang dibawa.

Takut ancaman tersebut, keempat korban akhirnya menyerahkan empat buah handphone (HP) dan uang tunai total berjumlah sekitar Rp 10 juta.

"Saya kesini melapor karena menjadi korban penodongan di atas Jembatan Ampera, kami habis dari kota Prabumulih turun mobil untuk pindah mobil menuju ke kota Jambi," kata korban.

Enggak Ada Kesempatan Kedua Kalau Pasanganku Selingkuh, Alvia Zafira, Mahasiswi di Palembang

"Handphone kami di ambil satu persatu jadi 4 jumlah semuanya, lalu uang masing-masing berbeda nominalnya ada yang Rp 3 juta, Rp 1 juta, dengan total seluruh menjadi Rp 10 juta," ungkap korban sembari mengaku hendak ke Jambi untuk bekerja.

Sementara, laporan korban sudah diterima di SPKT Polrestabes Palembang unit 1 dipimpin Panit 1 Ipda Riady Sasongko dan selanjutnya laporan akan ditindaklanjuti Satreskrim untuk penyelidikan.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved