Sukses Terapkan 5 Aturan, Ini Negara dengan Penanganan Pandemi Covid-19 Terbaik di Dunia

Negara dengan populasi 5 juta penduduk ini dikatakan berhasil karena mampu menekan angka kematian sejak awal Covid-19 menyebar.

Tayang:
Wikipedia
Ibu kota Selandia Baru, Wellington. 

SRIPOKU.COM -- Pandemi Covid-19 yang belum usai membuat semua negara di dunia menerapkan beberapa aturan demi menekan angka penyebarannya.

Mulai dari vaksinasi, pelarangan aktivitas keluar masuk negara, hingga pengetatan aturan kebersihan menjadi beberapa hal yang diterapkan.

Dari semua negara yang ikut melawan pandemi Covid-19, Selandia Baru disebut menjadi negara terbaik dalam penanganan Covid-19.

Selandia Baru menempati peringkat 1 dalam daftar kinerja negara di dunia dalam mengata Covid-19 yang dibuat oleh The Lowy Institute, sebuah lembaga yang berbasis di Sydney, New South Wales, Australia.

Dikutip dari Kompas.com, lembaga tersebut membuat peringkat 98 negara dalam menangani pandemi virus corona melalui publikasi yang berjudul Covid Performance Index.

Adapun Indonesia menduduki peringkat 85, terpaut satu peringkat di atas India.

Seperti diberitakan Reuters, Senin (28/1/2021), The Lowy Institute tidak memasukkan China ke dalam daftar tersebut karena kurangnya data yang terbuka secara umum.

Sebagai negara di peringkat teratas, apa saja yang dilakukan Pemerintah Selandia Baru dalam menangani pandemi Covid-19 ?

===

Pembatasan Aktivitas Sejak Dini

Ilustrasi pasien virus corona, pasien Covid-19.
Ilustrasi pasien virus corona, pasien Covid-19. (Shutterstock)

Berdasarkan data Worldometers, hingga Jumat (29/1/2021) pukul 12.30 WIB, jumlah kasus Covid-19 di Selandia Baru tercatat 2.305 kasus dengan angka kematian 25 kasus.

Negara dengan populasi 5 juta penduduk ini dikatakan berhasil karena mampu menekan angka kematian sejak awal Covid-19 menyebar.

Sejak Maret 2020, Pemerintah Selandia Baru menetapkan aturan tegas mengenai penutupan, perbatasan dan lockdown.

Meski kala itu baru tercatat 102 kasus di Selandia Baru, masyarakat menjalani aktivitas tanpa kerumunan.

Kebijakan ini tidak lepas dari peran Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved