Tanda-tanda Anak Telat Bicara, Kenali Penyebabnya Bisa Jadi Gangguan Pendengaran

Ada beberapa kemungkinan penyebab anak mengalami keterlambatan bicara (speech delay), termasuk salah satunya adalah gangguan pendengaran.

Tayang:
Editor: pairat
SRIPOKU.COM/PAIRAT
Ilutrasi bayi perempuan 

OAE merupakan respons rumah siput (koklea) di telinga yang dihasilkan oleh sel-sel rambut luar dan dipancarkan dalam bentuk energi akustik.

Teknologi ini memungkinkan deteksi dini ketulian bahkan sejak bayi baru berusia dua hari.

2. Brain Evoked Response Auditory (BERA)

Pemeriksaan ini juga dikenal sebagai Auditory Brainstem Response (ABR), yang merupakan pemeriksaan untuk menilai fungsi pendengaran dan fungsi saraf VIII (N. auditorius).

Benny menjelaskan, pemeriksaan ini merekam potensial listrik yang dikeluarkan sel koklea selama menempuh perjalanan mulai dari telinga dalam hingga ke inti-inti tertentu di bidang otak.

BERA umumnya dilakukan pada bayi dengan faktor risiko, seperti anak yang terlambat bicara, anak dengan gangguan sifat dan tingkah laku (autisme) dan bayi atau anak dengan cacat ganda (sindroma).

"BERA juga dilakukan untuk membantu memperkirakan jenis ketulian, menentukan prediksi ambang dengar, dan membantu menentukan letak lesi di sepanjang serabut pendengaran sampai batang otak," ungkap dokter yang berpraktik di Eka Hospital Pekanbaru itu.

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya ketulian, maka bayi perlu menjalani habilitasi.

Ini dilakukan untuk memberikan fungsi pendengaran yang seharusnya dimiliki bayi atau anak yang sebelumnya belum pernah memiliki kemampuan atau pengalaman mendengar.

Adapun program habilitasi terdiri dari amplifikasi (memperkeras input suara), latihan mendengar dan latihan bicara.

Eka Hospital, misalnya, menyediakan layanan pemeriksaan OAE dan BERA bagi setiap bayi yang baru lahir.

Namun, sebelum melakukan metode pemeriksaan, ada baiknya jika orangtua berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

"Jangan lupa konsultasikan kepada dokter spesialis THT terlebih dahulu untuk deteksi dini pendengaran," kata Benny.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gangguan Pendengaran Bisa Bikin Anak Telat Bicara, Kenali Tanda-tandanya"

Baca juga: 5 Makanan tak Boleh Dikonsumsi Penderita Asam Urat, Jenis Makanan Kaleng hingga Jeroan

Baca juga: Kasus Covid-19 di Indonesia Tembus Satu Juta Lebih, Dinkes Sumsel Sebut Lockdown Bukan Solusi Jitu

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved