Tanda-tanda Anak Telat Bicara, Kenali Penyebabnya Bisa Jadi Gangguan Pendengaran
Ada beberapa kemungkinan penyebab anak mengalami keterlambatan bicara (speech delay), termasuk salah satunya adalah gangguan pendengaran.
SRIPOKU.COM - Perkembangan bicara setiap anak itu berbeda-beda.
Ada anak di usia bulanan sudah mulai 'latah' untuk berbicara dan ada pula anak yang sudah berusia 12 bulan ke atas baru mulai berkomunikasi.
Kondisi speech delay atau terlambat bicara pada anak kerap dikhawatirkan oleh para orangtua.
Hal itu memang lumrah karena terlambat bicara bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan pada anak.
Namun, panik tidak dianjurkan untuk para orangtua ketika mencurigai sang buah hati mengalami speech delay.
Ada beberapa kemungkinan penyebab anak mengalami keterlambatan bicara (speech delay), termasuk salah satunya adalah gangguan pendengaran.
Baca juga: Kumpulan Resep Masakan Rumahan Serba Pepes: Ada Pepes Telur Asin, Ikan Bawal, Pepes Tahu, Pepes Nila
Masuk akal rasanya jika kemampuan membentuk kata-kata dari anak yang mengalami gangguan pendengaran terganggu. Sebab, mereka kesulitan mendengar ucapan orang lain.
Sayangnya, orangtua mungkin pada awalnya tidak menyadari ini hingga suatu waktu melihat anak lebih sering terlihat responsif terhadap isyarat daripada ucapan orangtuanya.
Adapun gangguan ini sebetulnya sudah dapat terlihat sejak usia yang sangat dini.
"Gangguan pendengaran akan mengakibatkan gangguan perkembangan fungsi yang lain, salah satunya terlambat bicara pada bayi," ungkap Spesialis THT dr. Benny Hidayat, SpTHT, melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.
Benny menjelaskan, proses pendengaran terbentuk sejak bayi masih dalam kandungan berusia 9 minggu yang ditandai dengan adanya gendang telinga, hingga usia kandungan 20 minggu yang ditandai dengan adanya rumah siput.
Kemampuan pendengaran normal adalah modal penting bagi setiap anak agar dapat berkomunikasi dengan baik di lingkungannya.
Meski gangguan pendengaran sulit terlihat, namun orangtua dapat mewaspadai beberapa tanda sebagai berikut:
- Pada usia 0 hingga 3 bulan tidak mampu merespon rangsangan suara.
- Pada usia 4 hingga 7 bulan bayi tidak menoleh saat dipanggil.
- Pada usia 10 bulan bayi tidak bisa mengulang kata-kata yang diajarkan orang tua.
- Pada usia 12 bulan bayi tidak bisa mengucapkan kata yang mempunyai makna.
Baca juga: 6 Makanan Murah Meriah Ini Ternyata Sangat Bergizi, Mudah Didapat dan Penjualnya Banyak di Jalanan
Setidaknya, ada dua metode pemeriksaan yang bisa dipilih oleh orangtua untuk mendeteksi dini gangguan pendengaran pada bayi, antara lain.
1. Emisi otoakustik (OAE)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/ilutrasi-nama-bayi-perempuan.jpg)