Breaking News:

Curah Hujan Tinggi Banjir dan Longsor Hantui Warga, Ini Yang Dilakukan BPBD Pali

BPBD Kabupaten PALI menyiapkan puluhan personel yang bersiaga selama 24 jam penuh. Antisipasi bencana banjir dan longsor

sripoku.com/Reigan
Teks foto: Kepala BPBD PALI Junaidi Anuar saat memantau tiap posko yang ada di Bumi Serepat Serasan. 

SRIPOKU.COM, PALI - Curah hujan dengan intensitas tinggi menimbulkan kekhawatiran bagi warga Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). 

Bencana banjir hingga tanah longsor membayangi warga di Bumi Serepat Serasan. Perubahan cuaca yang terjadi tiba-tiba juga membuat mereka waspada ketika berkatifitas di luar rumah.

Menjaga tidak terjadi apa yang dikhawatirkan warga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PALI menyiapkan puluhan personel yang bersiaga selama 24 jam penuh. 

Menurut Kepala BPBD PALI, Junaidi Anuar, pihaknya menempatkan anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) pada setiap desa terutama wilayah rawan bencana. 

Hal demikian, guna memudahkan dan mempercepat penanganan saat terjadi situasi darurat seperti banjir, sehingga anggota TRC bersiaga tiap desa rawan bencana. 

"Di posko induk ada 25 orang, di desa rawan panjir masing-masing 1 orang, seperti Desa Bumi ayu, Tanah Abang Selatan, Tanah Abang Utara, Curup, Pandan dan Modong." Jelas Junaidi, Minggu (24/1/2021).

"Masing-masing dari mereka ini mekanisme kerjanya mobile," tambah dia.

Dijelaskan, dalam sepekan kedepan, berdasarkan prakiraan BMKG curah hujan masih tinggi mengguyur hampir diseluruh wilayah PALI. 

Sehingga, bagi warga yang berada di wilayah rawan banjir, terutama di sekitar sungai Lematang Kecamatan Tanah Abang dihimbau untuk tetap waspada. 

Laporkan ke BPBD atau ke TRC maupun ke Kepala Desa (Kades) apabila air sudah melebihi ambang batas.

 
"Namun pantauan kami, saat ini air Lematang mulai surut tetapi tidak menutup kemungkinan akan naik kembali karena curah hujan di hulu sungai masih tinggi," ujarnya. 

 
Diluar itu, ia menghimbau kepada seluruh warga PALI terutama yang sering bepergian menggunakan kendaraan agar menepi atau mencari tempat berteduh ketika hujan deras turun. 

"Bukan hanya banjir yang mengintai saat musim penghujan, namun juga longsor dan pohon tumbang. Untuk itu, bagi pengendara harap hati-hati dan lebih baik menepi atau berteduh ketika hujan disertai angin kencang terjadi," katanya.(cr2)

Penulis: Reigan Riangga
Editor: Azwir Ahmad
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved