Breaking News:

POLANTAS tak Bisa Menilang Apa yang Disebutkan Komjen Listyo, Ini Penjelasan Dirlantas Polda Sumsel

Program tersebut yakni ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) yang mana nantinya pengendara sepeda motor yang melanggar akan langsung terdeteksi

Penulis: Bayazir Al Rayhan
Editor: Welly Hadinata
Sripoku.com/Bayazir Al Rayhan
Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Cornelis Ferdinan Hotman Sirait 

Laporan wartawan Sripoku.com, Bayazir AL Rayhan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kapolri terpilih Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo memiliki program terobosan yang mana Polisi lalu lintas (Polantas) tidak akan lagi melakukan tindak penilangan di lapangan.

Namun bukan berarti penilangan tidak dilakukan sama sekali. Pihak kepolisian nantinya akan menerapkan sistem tilang berbasis online.

Program tersebut yakni ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) yang mana nantinya pengendara sepeda motor yang melanggar akan langsung terdeteksi oleh pihak kepolisian.

Disetiap persimpangan khususnya yang rawan dengan angka pelanggaran lalu lintas nantinya akan dipasang kamera berbasis internet.

Di Palembang sendiri, dari informasi yang didapat, setidaknya sudah ada 300 titik CCTV yang terpasang di berbagai tempat baik di persimpangan maupun di sejumlah titik yang rawan akan pelanggaran lalu lintas.

Meski demikian, kamera yang sudah terpasang disetiap persimpangan tersebut belum beroperasi dan hanya sebagai fasilitas pendukung.

Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Cornelis Ferdinan Hotman Sirait saat ditemui diruangannya mengatakan program ini nantinya akan membuat polisi lebih fokus untuk mengatur lalu lintas dibandingkan dengan melakukan penilangan di lapangan.

Nantinya dari kamera CCTV yang terpasang disetiap simpang akan melihat perilaku dari pengguna jalan.

Baca juga: Jadi Calon Tunggal, Ini Daftar 10 Rencana Program Listyo Sigit usai Dilantik Menjadi Kapolri

Baca juga: Penegakan Hukum Jangan Pakai Kacamata Kuda, Komjen Listyo Sigit Tunggu Dilantik Jadi Kapolri

Baca juga: Calon Kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo Banjir Dukungan dari Berbagai Kalangan 

Baik pengendara yang menerobos, melewati garis stop ataupun pengendara yang tidak menggunakan helm saat berkendara

"Nantinya dari kamera yang sudah terpasang akan langsung melihat pelanggar dan akan langsung mengambil gambar pelanggaran oleh pengguna jalan. Setelah itu data pelanggar akan di cek di Samsat untuk kepemilikannya," kata Hotman, Jumat (22/1/2021).

Setelah mendapatkan data dari pelanggar, nantinya pelanggar akan dikenakan denda dan wajib membayarkan denda tersebut melalui Briva.

Namun, jika pelanggar tidak membayar denda dari pelanggarannya tersebut dalam waktu yang sudah ditentukan, maka STNK dari pemilik tersebut akan di blokir oleh pihak kepolisian yang tentunya akan menyulitkan si pelanggar sendiri.

Meski demikian, Hotman berharap agar masyarakat di Sumatera Selatan untuk lebih tertib dalam berlalu lintas agar terhindar dari kecelakaan.

"Untuk masyarakat di Sumsel terutama di Kota Besar Palembang untuk lebih tertib dalam berlalu lintas, jadikan Kota Palembang sebagai contoh masyarakat yang tertib berlalu lintas," ungkap Direktur Lalu Lintas yang baru menjabat dua minggu di Polda Sumsel ini.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved