Berita Palembang

Saat Tinjau Dua Titik Banjir di Palembang, Sekda Ratu Dewa Temukan Drainase Tertutup Pagar

Sekretaris Daerah Kota Palembang, Ratu Dewa, langsung turun ke lapangan meninjau ke lokasi, yakni ke Jalan Sapta Marga dan Jalan Residen A Rozak

Penulis: Rahmaliyah | Editor: Refly Permana
sripoku.com/rahmaliyah
Sekda Palembang, Ratu Dewa (kiri), ketika meninjau salah satu lokasi banjir di Palembang, Senin (18/1/2021). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Intensitas curah hujan yang tinggi, dan menimbulkan genangan air.

Sekretaris Daerah Kota Palembang, Ratu Dewa, langsung turun ke lapangan meninjau lokasi banjir, yakni di Jalan Sapta Marga dan Jalan Residen A Rozak, Senin (18/1/2021)

"Kita tinjau bersama PUPR, dan saya minta itu dilakukan penggerukan segera.

Tadi ada satu drainase yang ada pagar, kita buka dulu agar alat berat PU dapat masuk dan bekerja," tegasnya. 

Baca juga: Ribut Ibu dan Anak, Hj Darminah 3 Kali Sebut 3 Anak Perempuannya Durhaka Usai Sidang di Banyuasin

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Palembang, A. Bastari Yusak mengatakan, dilihat dari hujan belakangan ini titik banjir sudah ada yang berkurang, seperti di kawasan Jl. R Soekamto, Jl. Basuki Rahmat, Jl. Kol. H. Burlian, dan Jl dr M.Isa. 

"Sekarang curah hujan sudah masuk intensitas tinggi, dan pasang.

Hari ini dari pantauan kita ada 5 titik yang masih tergenang, yakni KM 12 (simpang kades), Simpang Polda, Depan Kumbang, Sapta Marga, dan Paras Jaya (Plaju)," ujarnya.

Jumlah titik genangan dari tahun sebelumnya 2019 ke 2020 turun dari 66 titik menjadi 33 titik.

Baca juga: Batas Bawah Tarif Perjalanan Umrah Naik Menjadi Rp 26 juta, Biro Perjalanan Lakukan Penyesuaian

"Ini secara target tercapai, karena kita target 50 persen pengurangan," ujarnya.

Beberapa pekan lalu hingga saat ini wilayah Sumatra Selatan sering turun hujan dalam intensitas tinggi. 

Kepala Unit Analisis dan Prakiraan Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, Sinta Andayani, mengatakan, dalam beberapa hari ini suplai uap air di wilayah Sumsel dan sekitarnya memang cukup besar sehingga melembabkan atmosfer sampai dengan lapisan atas.

Hal ini dikarenakan berbagai faktor cuaca yang memang sedang aktif seperti Madden Julian Oscalliation (MJO), Indeks Surge, La Nina dan angin Muson Asia.

Baca juga: Daerah Rawan Bencana Longsor di OKU Selatan, BPBD OKU Selatan Siagakan Posko untuk Warga Mengungsi

"Untuk potensi banjir di Sumsel masih tetap ada karena akumulasi hujan dalam beberapa hari ini cukup besar.

Oleh karena itu, kewaspadaan potensi bencana hidrometeorologi (banjir dan longsor) harus tetap di jaga dan ditingkatkan," kata Sinta, Sabtu (16/1/2021).

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved