Breaking News:

Musibah Banjir

AIR Setinggi Bahu Orang Dewasa, Jamadi Ambil Perahu Warisan Ayah: Bolak-balik Selamatkan Warga

Seorang pria bernama Jamadi memanfaatkan jukung atau perahu tradisional untuk membantu evakuasi warga terdampak banjir

Editor: Wiedarto
BANJARMASINPOST.CO.ID/NOOR MASRIDA
BANJARMASINPOST.CO.ID/NOOR MASRIDA 

"Tidak bisa lagi bertahan, apalagi ini ada anak baru lahir sehari, kasian" Tuturnya saat masih duduk di dalam perahu. Sabtu (16/01/2021).

Beruntung cuaca sepanjang hari ini di Kabupaten Batola cerah, sehingga mobilisasi relawan untuk evakuasi lebih mudah.

Disampaikan Husaini, Camat Mandastana, saat ini memang sejumlah relawan gabungan terus berupaya mengevakuasi warga, terutama yang lansia, balita dan warga yang mengalami sakit.

Namun di sisi itu, ia juga menyayangkan sulitnya bahan bakar minyak yang memadai untuk lancarnya transportasi kendaraan, baik itu untuk roda dua maupun transportasi air. Sehingga lebih lambat dalam penanganan.

"Kita masih kurang perahu karet dan warga di dalam sana kesulitan mendapatkan BBM," Ucap Husaini.

Adapun yang disampaikan Sabirin, warga Ray 12, Desa Tabing Rimbah, ia bersama warga lainnya kesulitan untuk penerangan.

Karena sudah hampir dua hari terakhir dilakukan pemadaman listrik. Sehingga sangat memerlukan penerangan, meskipun seadanya seperti lilin atau sejenisnya untuk malam hari.

Adapun warga yang dievakuasi meninggalkan rumah, kebanyakan mengungsi ke rumah keluarganya masing-masing.

Saat ini untuk warga pengungsi di fasilitas umum, yakni di Aula Pertemuan Kantor Kecamatan Alalak berkisar 20 orang.

Mereka terdiri dari anak-anak, remaja dan lansia. Sejauh ini mereka cukup dipenuhi dengan suplai makanan, air bersih, serta pelayanan kesehatan dari puskesmas setempat.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved