Breaking News:

Musibah Banjir

AIR Setinggi Bahu Orang Dewasa, Jamadi Ambil Perahu Warisan Ayah: Bolak-balik Selamatkan Warga

Seorang pria bernama Jamadi memanfaatkan jukung atau perahu tradisional untuk membantu evakuasi warga terdampak banjir

BANJARMASINPOST.CO.ID/NOOR MASRIDA
BANJARMASINPOST.CO.ID/NOOR MASRIDA 

SRIPOKU.COM, BARITO--Jamadi menarik jukung dalam upaya membantu proses evakuasi warga terkurung banjir di Desa Semangat Dalam, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Provinsi Kalimantan Selatan, Minggu (17/1/2021).

Seorang pria bernama Jamadi memanfaatkan jukung atau perahu tradisional untuk membantu evakuasi warga terdampak banjir di Desa Semangat Dalam, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Provinsi Kalimantan Selatan, Minggu (17/1/2021).

Banjir setinggi lutut, melanda Desa Semangat Dalam sejak beberapa hari terakhir. Situasi ini memaksa warga mengungsi ke daerah yang lebih tinggi.

Keadaan diperparah dengan listrik yang padam sejak 4 hari terakhir.

Warga akhirnya mengungsi ke pos terdekat atau ke rumah keluarga yang tak terdampak.
Jamadi, warga Desa Semangat Dalam yang turut merasakan dampak banjir para tetangganya, berinisiatif membantu dengan memanfaatkan jukung milik sang ayah.

Ia bersama teman-temannya lantas membantu evakuasi warga dari rumah masing-masing menuju posko utama di Jalan Trans Kalimantan.

Jamadi bolak-balik membantu mengevakuasi warga serta barang-barang menuju pos pengungsian yang berjarak kurang lebih 5 kilometer.

Tak jarang pula ia juga harus menarik jukungnya ke jalur sungai dan berenang, lantaran medan yang dilewati terhambat jembatan.

Bersama 5 temannya yang juga merupakan warga setempat, bermodalkan bilah bambu dan tali untuk mengendalikan jukung agar tak oleng kala melewati jalur sungai.

"Tadi sudah tiga kali bolak balik dari depan bantu warga ngangkut barang, bantu evakuasi warga yang sakit juga," ujar Jamadi.

Ia juga tak mematok harga bagi warga yang ditolongnya pada proses evakuasi. "Ada yang ngasih, diterima. Tidak dikasih, juga tidak apa-apa," akunya.

Jamadi cukup mengerti dalam kondisi seperti ini, tak perlu membebani para warga.

Sementara itu, ketinggian air yang merendam wilayah Semangat Dalam bervariasi, bahkan ada yang sampai pinggang orang dewasa.

Banjir di Kalsel juga terjadi di Batola. Saat ini, Banjir menggenangi hampir seluruh daerah Kecamatan Mandastana.

Sejumlah relawan gabungan, TNI, Polri, BPBD dan dinas terkait berjibaku mengevakuasi warga yang masih ada di lokasi banjir.

Untuk Kecamatan Mandastana, dari pagi, siang hingga sore hari tadi, warga terus disasar untuk dievakuasi.

Meskipun beberapa di antaranya tetap bersikukuh bertahan. Dengan beralasan di rumahnya ada gabah kering dan sebagian menjaga harta benda yang ada di rumah.

Untuk banjir tahun ini, kawasan yang berbatasan dengan Kabupaten Banjar merupakan daerah yang paling parah. Yakni Kecamatan Jejangkit dan Mandastana.

Diungkapkan Inayah warga Desa Tatah Halayung, Kecamatan Mandastana, kedalaman air di rumahmya mencapai pinggang.

Kondisi ini memaksa mereka untuk mengungsi ke daratan yang lebih tinggi. Meskipun nekat menggunakan perahu dengan muatan yang lumayan sesak.

"Tidak bisa lagi bertahan, apalagi ini ada anak baru lahir sehari, kasian" Tuturnya saat masih duduk di dalam perahu. Sabtu (16/01/2021).

Beruntung cuaca sepanjang hari ini di Kabupaten Batola cerah, sehingga mobilisasi relawan untuk evakuasi lebih mudah.

Disampaikan Husaini, Camat Mandastana, saat ini memang sejumlah relawan gabungan terus berupaya mengevakuasi warga, terutama yang lansia, balita dan warga yang mengalami sakit.

Namun di sisi itu, ia juga menyayangkan sulitnya bahan bakar minyak yang memadai untuk lancarnya transportasi kendaraan, baik itu untuk roda dua maupun transportasi air. Sehingga lebih lambat dalam penanganan.

"Kita masih kurang perahu karet dan warga di dalam sana kesulitan mendapatkan BBM," Ucap Husaini.

Adapun yang disampaikan Sabirin, warga Ray 12, Desa Tabing Rimbah, ia bersama warga lainnya kesulitan untuk penerangan.

Karena sudah hampir dua hari terakhir dilakukan pemadaman listrik. Sehingga sangat memerlukan penerangan, meskipun seadanya seperti lilin atau sejenisnya untuk malam hari.

Adapun warga yang dievakuasi meninggalkan rumah, kebanyakan mengungsi ke rumah keluarganya masing-masing.

Saat ini untuk warga pengungsi di fasilitas umum, yakni di Aula Pertemuan Kantor Kecamatan Alalak berkisar 20 orang.

Mereka terdiri dari anak-anak, remaja dan lansia. Sejauh ini mereka cukup dipenuhi dengan suplai makanan, air bersih, serta pelayanan kesehatan dari puskesmas setempat.

Menurut data sementara BPBD Batola ada sekitar 70.000 warga terdampak banjir di tiga kecamatan yang ada di Batola, yakni Kecamatan Jejangkit, Kecamatan Mandastana dan Kecamatan Alalak.

Artikel ini telah tayang di banjarmasinpost.co.id dengan judul Banjir di Kalsel, Lelaki Ini Bolak-balik Evakuasi Warga di Semangat Dalam Kabupaten Batola, https://banjarmasin.tribunnews.com/2021/01/17/banjir-di-kalsel-lelaki-ini-bolak-balik-evakuasi-warga-di-semangat-dalam-kabupaten-batola.
Penulis: Noor Masrida
Editor: Alpri Widianjono

Editor: Wiedarto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved