Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia
Peran Syekh Ali Jaber dalam Aksi 212, Sering Diundang Pengusaha H Halim ke Palembang dan Berita Hoax
Syekh Ali Jaber, pendakwah asal Madinah yang menjadi ulama kondang di Indonesia ini juga dikenal sebagai aktivis yang sangat istiqomah.
Penulis: Nadyia Tahzani | Editor: Sudarwan
Tak sampai di situ, aksi penikaman yang baru terjadi pada 2020 tahun lalu juga masih disangkut pautkan dengan aksi 212.
Seperti diketahui, pelaku disebut-sebut sebagai orang dengan gangguan jiwa atau gila.
Walau demikian, Syekh Ali Jaber tidak menerima jika pelaku dianggap gila.
Syekh Ali Jaber kepada wartawan beberapa waktu lalu mengatakan bahwa pelaku sangat berani dan tampak terlatih.
Merespon insiden penusukan Syekh Ali Jaber itu, Wakil Sekjen DPP PA 212, Novel Bamukmin, ikut buka suara. Ia menilai aksi tersebut merupakan teror terstruktur terhadap ulama.
"Percobaan pembunuhan Syeikh Ali Jaber adalah rangkaian dari teror atau penyerangan terhadap ulama-ulama (Indonesia, red)," katanya kepada wartawan, kemarin.
Lanjutnya, ia mengungkapkan bahwa diduga pihak penyuruh penikam Syeikh Ali Jaber merupakan satu kelompok dengan pelaku kasus kriminalisasi ulama yang saat ini masih ditutup-tutupi di Indonesia.
Terlebih, Syeikh Ali Jaber sendiri pernah terlibat langsung dalam aksi bela Islam yang ke-2 dalam kasus penghinaan Al-Quran yang dilakukan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
"Diduga masih satu rangkaian terhadap kriminalisasi ulama. Kuat diduga penyerangan kali ini masih terkait dalam pembungkaman ulama-ulama yang lurus dalam menyampaikan kebenaran," ungkapnya.
"Itu untuk menakut-nakuti ulama dalam membungkam dakwahnya. Ini sudah terencana dengan modus yang sama," ujarnya.
Baca juga: Penyebab Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia Sebenarnya, Bukan Positif Covid-19, Meninggal 08.30 WIB
Namun, dalam peristiwa tersebut, Syekh Ali Jaber menolak jika peristiwa penyerangannya dikaitkan dengan masalah perbedaan politik maupun perbedaan aliran.
Dia mengaku selama 12 tahun berdakwah di Indonesia, tidak pernah menyinggung masalah khilafiyah dan tidak pernah mendapat celaan di media sosial.
Pernyataan tersebut disampaikan Ali Jaber dalam tayangan talksow TVOne, untuk meluruskan opini yang tengah dibangun Haikal Hassan.
“Alhamdulillah, 12 tahun berdakwah di sosmed hubungan saya baik dengan tokoh manapun, selalu menjaga perasaan umat, dan saya selalu memimpin umat menjaga kedamaian
Bahkan sekarang ditugaskan di Pilkada serentak, daerah konflik mendamaikan umat, saya dikirim ke Sumbawa, Bima Lombok Pontianak hingga Kalimantan.