Breaking News:

Sebabkan Kerugian Negara Hingga 1 Triliun, Kejati Sumsel Masih Tunggu Audit Resmi Kasus Krupsi PDPDE

Kejaksaan Tinggi Sumsel masih terus lakukan penyelidikan pada kasus dugaan korupsi penjualan gas PT Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE).

SRIPOKU.COM/CHAIRUL NISYAH
Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi Sumsel, Zet Tadung Allo, SH MH. 

 
 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Chairul Nisyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Kejaksaan Tinggi Sumsel masih terus lakukan penyelidikan pada kasus dugaan korupsi penjualan gas PT Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE).

Kasus yang masih terus bergulir ini, disinyalir menyebabkan kerugian negara mencapai 1 Triliun lebih.

Hal tersebut dikatakan oleh Zet mengatakan pihaknya akan tetap meneruskan penyelidikan terhadap kasus dugaan korupsi di PDPDE ini, dan berharap bisa dituntaskan di tahun 2021

"Ya kasus ini memang sudah jadi salah satu tunggakan kita ditahun lalu, saat ini tim gabungan penyidik pidsus Kejagung dan Kejati Sumsel masih terus mengumpulkan bukti dan memeriksa saksi," ujar Zet, Rabu (13/1/2021).

Zet menjelaskan jika berdasarkan perhitungan tim penyidik pidsus, kerugian negara akibat kasus dugaan korupsi ini bisa mencapai satu triliun lebih. 

"menurut perhitungan kita, kerugiannya bisa mencapai satu triliun lebih," jelas Zet.

Meski demikian, Zet menegaskan jika hitungan dari tim penyidikan tersebut tidak bisa dijadikan dasar untuk menjerat dan menentukan tersangka terkait kasus ini.

"Untuk itu kita masih tunggu hasil audit resmi dari BPK RI, karena ini kasus besar, kerugian negaranya besar jadi memang harus benar-benar kita hitung secara rinci, agar kedepan kita tidak gagal dalam pembuktian. Selain itu beberapa pejabat juga sudah ada yang pindah ke jakarta, sebab itu kita harus benar benar mengumpulkan alat bukti yang kuat,"tegas Zet

Halaman
12
Editor: adi kurniawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved