Virus Corona di Sumsel

Faktor-faktor Penyebab Tingginya Kasus Covid-19 di Kecamatan IB I Palembang

Selama masa pandemi Covid-19, Kecamatan IB 1 menjadi salah satu dari tiga kecamatan yang menyumbang kasus konfirmasi tertinggi

Penulis: maya citra rosa | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM/ANTONI AGUSTINO
Update covid-19 atau virus corona di Palembang 

Laporan wartawan Sripoku.com, Maya Citra Rosa

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kecamatan Ilir Barat (IB) 1 Kota Palembang memiliki luas wilayah sekitar 1.977 Ha dengan jumlah penduduk berkisar 147,567 jiwa.

Selama masa pandemi Covid-19, Kecamatan IB 1 menjadi salah satu dari tiga kecamatan yang menyumbang kasus konfirmasi tertinggi selain Kecamatan Sukarami dan Kalidoni.

Kasus konfirmasi tersebar di sebanyak 6 kelurahan yang ada di dalamnya, yaitu Kelurahan 26 Ilir I, Lorok Pakjo, Demang Lebar Daun, Bukit Baru, Bukit Lama, dan Siring Agung.

Data terakhir Dinas Kesehatan Kota Palembang pada Sabtu (9/1/2021), kasus konfirmasi di Kecamatan IB 1 totalnya kasus konfirmasi kumulatif sebanyak 816 kasus terdiri dari 244 kasus asimptomatik dan 572 kasus simptomatik.

Sedangkan kasus aktif saat ini adalah pasien yang dirawat dan isolasi mandiri sebanyak 166 orang.

Dari data tersebut juga sebanyak 618 orang dinyatakan sembuh dan ada 32 orang meninggal dunia.

Tidak hanya itu, data kasus suspek di Kecamatan IB 1 juga sejumlah 2265 orang dan kasus probable sebanyak 8 orang.

Jubir Dinas Kesehatan Kota Palembang sekaligus Kasie Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Yudhi Setiawan, mengatakan, bahwa dari seluruh kecamatan yang ada di Kota Palembang, IB 1 termasuk dalam zona risiko tinggi.

Menurutnya, dari sisi per wilayah kecamatan, memang Kecamatan IB 1 selalu masuk dalam kecamatan dengan kasus tertinggi.

Yudhi menjelaskan hal ini dikarenakan ada tiga faktor yang menyebabkan kasus konfirmasi yang cukup tinggi.

Pertama, karena sampel yang diujikan di laboratorium BBLK melalui puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya, Kecamatan IB 1 lebih banyak dari beberapa kecamatan lainnya.

Namun sampai saat ini Dinkes Palembang belum dapat mendata jumlah keseluruhan sampel yang diujikan masing-masing kecamatan.

"Kita belum mendata kalau sampel yang diujikan per kecamatan, karena selama ini kalau kasus positif kita data, sementara yang negatif tidak kita data lagi," ujarnya.

Kedua, mobilitas masyarakat yang ada di Kecamatan IB 1 juga dikategorikan lebih tinggi dibanding kecamatan lain.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved