Breaking News

Gara-gara Sepelekan Hal Ini, Kluster Keluarga Jadi Penyumbang Tertinggi Kasus Covid-19

Penyebaran kasus Covid-19 paling tinggi saat ini disumbang oleh kluster keluarga. Hal ini disampaikan oleh Ketua Satuan Tugas (Satgas)

Editor: adi kurniawan
Istimewa/handout
Ketua Satgas Covid 19 Letnan Jenderal Doni Monardo meminta semua pihak mendapat pemahaman yang baik tentang ancaman virus Covid-19: Lakukan tracing mulai dari Lurah Petamburan 

SRIPOKU.COM -- Penyebaran kasus Covid-19 paling tinggi saat ini disumbang oleh kluster keluarga.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo.

Menurut Doni, ketidaksiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan menjadi pemicu tingginya klaster keluarga.

Apalagi, interaksi antar anggota keluarga di dalam rumah menjadi pemicu terjadinya penularan itu.

Hal itu disampaikan Doni saat dialog bertajuk Outlook 2021: Wajah Indonesia Setelah Pandemi yang disiarkan kanal YouTube BNPB Indonesia, Kamis (24/12/2020).

"Sekarang ini klaster keluarga adalah klaster yang paling tinggi. Dulu awalnya klaster itu dimulai dari klaster tempat peribadatan. Baik di acara umat Islam, Kristen atau Katolik," kata Doni Monardo.

Tak hanya itu, Kepala BNPB ini juga menjelaskan, bahwa saat itu klaster rumah ibadah tinggi sekali.

Bahkan, tidak sedikit juga pemuka agama yang terpapar dan akhirnya meninggal dunia akibat Covid-19.

"Itu sangat tinggi sekali. Tidak sedikit pemuka agama yang terpapar Covid-19 lantas juga tidak sedikit yang meninggal dunia," ucap Doni.

Baca juga: 28 Kabupaten Kota Ini Hampir Mendakati Zona Merah Lagi Termasuk Palembang, Satgas Covid-19 Ingatkan

Baca juga: Ratusan Warga Pemulutan Meriahkan Lomba Bidar Mini Gubernur Cup 2020

Baca juga: GEMPAR, KEluarga PAsien Covid, Teriak hingga Pecahkan Pintu Kaca, Ambil Paksa Jenazah dengan Angkot

Namun, seiring berjalannya waktu, kata Doni, klaster rumah ibadah berkembang menjadi klaster perkantoran.

Kemudian kini menjadi klaster keluarga.

"Tetapi berkembang klaster kantor. Klaster pasar dan seterusnya. Terus sekarang paling banyak di keluarga," jelasnya.

Seperti diketahui, saat ini Pemerintah lewat Satgas Covid-19 saat ini terus menggencarkan kampanye penyuluhan 3M.

Kampanye 3M ini terus menerus disosialisasikan supaya masyarakat tidak lupa bahwa penyebaran Covid-19 banyak datang dari pergerakan manusia. Sehingga pelaksanaan 3M harus dijalankan secara ketat.

Catatan Redaksi:

Bersama-kita lawan virus corona.

Sripoku.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved