Breaking News:

Pilkada 2020 di Sumsel

Inspektorat PALI Tepis Isu Mobil Plat Merah Diduga Dipakai Mobilisasi Pemilih di Pilkada 2020 PALI

"Saat itu pegawai saya tengah bertugas dan ada yang mengambil foto mobil tanpa seizin dan tanpa klasifikasi terlebih dahulu yang langsung diunggah,"

sripoku.com/reigan
Kepala Inspektorat Kabupaten PALI, Kartika Yanti. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Reigan Riangga

SRIPOKU.COM, PALI - Beredarnya kabar di media sosial bahwa adanya dugaan mobil plat merah atau mobil dinas diduga dipakai untuk mobilisasi pemilih menyalurkan hak suara di Pilkada 2020 PALI, Kepala Inspektorat PALI Kartika Yanti angkat bicara.

Isu adanya mobil plat merah yang dipakai untuk mobilisasi pemilih memakai KTP saat pemungutan suara Pilkada 2020 PALI, 9 Desember 2020 lalu dibantah Kartika selaku penanggung jawab kendaraan tersebut. 

Kartika mengakui, mobil dinas itu memang milik Inspektorat PALI, namun menurutnya, adanya isu mobilisasi pemilih tidaklah benar sama sekali. 

Baca juga: Lirik Lagu Rekayasa Cinta dan Chord Gitar Rekayasa Cinta-Camelia Malik, Kalau Cinta Sudah Direkayasa

"Benar, mobil itu mobil dinas inspektur yang saat pemungutan suara dipakai auditor saya untuk monitoring jalannya pemilihan. Tetapi tidak benar kalau mobil itu dipakai mobilisasi pemilih," ungkap Kartika, Selasa (22/12/2020). 

Ia mengaku tidak terima dengan isu tersebut, lantaran mobil dinas itu hanya dipakai mengantar auditor untuk memilih di salah satu TPS di wilayah Talang Nanas Kelurahan Talang Ubi Timur. 

Diamana, saat itu yang bersangkutan sedang bertugas di sana, sehingga menyalurkan hak pilihnya di lokasi TPS tersebut. 

"Saat itu pegawai saya tengah bertugas dan ada yang mengambil foto mobil tanpa seizin dan tanpa klasifikasi terlebih dahulu yang langsung diunggah di sosial media dengan isu ini," katanya. 

Baca juga: Cara Download Lagu Sofia (Unduh) MP3 - Clairo, Lengkap Lirik dan Terjemahan, Viral di TikTok

Terkait apakah akan membawa perkataan tersebut ke pihak berwajib, sementara ini ia masih menunggu arahan dari atasan. 

Kartika mengatakan, dirinya dalam Pilkada 2020 PALI selalu menekankan seluruh pegawainya untuk netral dan tidak menunjukkan keberpihakan, tetapi tidak untuk Golput. 

"Saya tidak ada kepentingan apa-apa. Kalau saya mau berpihak, pasti saya pindahkan juga KTP saya ke PALI, namun itu tidak saya lakukan.

Bahkan supir saya pun tidak memilih karena masih KTP Palembang," ujarnya. 

Baca juga: Waspada Kebiasaan Minum Kopi, Berikut 5 Potensi Efek Samping bagi Tubuh, Bahaya!

Sementara dari pengakuan Dwi Kurniawati, auditor Inspektorat PALI yang saat itu berada dalam mobil dinas tersebut mengatakan bahwa saat kejadian ada seseorang yang mengambil foto mobil dinas inspektur. 

"Dalam mobil itu ada tiga orang, salah satunya sopir yang mengantar. Saya memakai mobil dinas untuk memilih sekitar pukul 12.00 WIB.

Tidak ada mobilisasi pemilih dalam mobil itu, hanya saya yang pilih di salah satu TPS Talang Nanas, sementara teman saya memilih di Handayani Mulya dan sopir yang mengantar tidak memilih karena tidak memiliki KTP PALI," terangnya.

Penulis: Reigan Riangga
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved