Breaking News:

Insiden Jalan Tol

FPI Nilai Rekonstruksi Aneh, Menurut Kompolnas Ada Indikasi Penyerarangan Aktif Laskar

Pimpinan organisasi Islam FPI menilai suatu keanehan rekonstruksi insiden yang menewaskan enam laskar pengawal Habib Rizieq.

Editor: Sutrisman Dinah
Warta Kota
Sekretaris Umum FPI Munarman (kanan), bersama Ketua Umum FPI Sobri Lubis 

SRIPOKU.COM --- Sekretaris Umum FPI Munarman memberikan tanggapan atas temuan dari rekonstruksi kejadian insiden penembakan terhadap 10 laskar pengawal pimpinan FPI Muhammad Rizieq Shihab alias Habib Rizieq (55).

Rekonstruksi yang dilakukan Mabes Polri di lokasi kejadian di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 yang menewaskan enam laskar FPI pada peristiwa Senin (7/12) dinihari pekan lalu, ketika mereka mengawal rombongan Habib Rizieq.

"Di awal ada (adegan) tembak-menembak, kemudian serangan. Kemudian berubah setelah diinvestigasi oleh teman-teman wartawan di sana, tidak ada tembak-menembak di lokasi," kata di Polda Metro Jaya, Senin(14/12).

Baca juga: Usai Rekonstruksi Penembakan Pengawal MRS, Bareskrim Polri akan Periksa Keluarga 6 Laskar FPI

Baca juga: Habib Rizieq Ditahan di Rumah Tahanan Narkoba Polda Metro Selama 20 Hari

Baca juga: Kapolda Metro Jelaskan Kronolologi Insiden Tewasnya 6 Laskar FPI ke Komnas HAM

Fakta selanjutnya, empat dari enam anggota Laskar FPI yang bentrok dengan polisi ternyata sempat diamankan dalam kondisi hidup. Keempatnya dimaksudkan akan dibawa ke Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan.

Mereka diangkut menggunakan mobil petugas, dan dikatakan bahwa keempatnya tidak diborgol. Namun, karena berupaya merampas senjata petugas, empat anggota Laskar FPI yang masih hidup itu ditembak.

"Kemudian serangan di atas mobil, kalau serangan di atas mobil kita pertanyakan. Kalau empat orang itu masih hidup artinya kan ditusuk sudah diakui empat orang itu masih hidup. Itu poinnya," kata Munarman, yang juga tim hukum Habib Rizieq ketika diperiksa sebagai tersangka hari Minggu lalu.

"Empat itu masih hidup pada saat itu tidak terjadi tembak-menembak kemudian dibawa pake mobil dan di dalam mobil difitnah melakukan mencoba merampas (senjata) petugas," kata Munarman.

Munarman kemudian mempertanyakan, dan menilai suatu keanehan apabila empat anggota Laskar FPI yang masih hidup hanya dikawal dua petugas polisi.

"Pertanyaan juga, berapa orang di mobil, masa empat-empatnya cuma dikawal sama dua orang saja? Ini makin aneh dan kemudian dihabisi empat-empatnya di dalam mobil," pungkas dia.

Dalam rekonstruksi, terungkap bahwa kontak tembak antara polisi dan laskar FPI sudah terjadi di dua tempat kejadian perkara (TKP) awal. Akibatnya, ada dua anggota laskar FPI yang terluka.

TKP pertama adalah di bundaran Hotel Novotel Karawang, Jalan Internasional, Karawang Barat, Margakaya, Kabupaten Karawang.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved