KPK Tahan Johan Anuar

Berangkat ke Jakarta Bawa Pakaian & Perlengkapan, Wabup OKU Johan Anuar: Aku Prediksi Bakal Ditahan

“Aku titip Kabupaten OKU yo, tolong didukung program pak Kuryana,“ begitu pesan yang sempat diucapkan Johan sebelum ke Jakarta.

Penulis: Leni Juwita | Editor: Refly Permana
SRIPOKU.COM/BAYAZIR Al RAYHAN
Wabup OKU, Johan Anuar 

Selesai mencoblos Johan berpamitan dengan Drs H Kuryana Azis yang menjadi pasanganya pada pemilihan bupati-wakil bupati OKU.

“Aku nak pamitan dulu dan mengucapkan selamat keapda pak Kuryana, setelah itu langsung ke Jakarta,” kata Johan.

Kepada masa pendukungnya Drs Johan Anuar berpesan agar mendukung Drs H Kuryana Azis.

"Aku dak mau berpikir apakah ada unsur politis atau ada atensi.  Aku ikhlaskan dan jalani sambil berserah diri kepada Allah" kata Johan dengan nada pasrah. 

Baca juga: Kartu Truf Kabareskrim Pastikan Laskar FPI Serang Polisi: Terungkap Bekas Jelaga di Tangan Penembak

Bahkan pria yang  sangat familiar ini sempat menitipkan Kabupaten OKU agar masyarakatnya ikut membantu pemerintah mewujudkan Kabupaten OKU sejahtra.

Ayah 3 anak ini mengaku dia sudah menduga apabila dipanggil KPK sudah dipastikan ditahan, bahkan Johan juga sudah menyiapkan pakaian dan keperluanyan pribadinya karena sudah memprediksi dirinya pasti langsung ditahan.

Wakil Bupati OKU ditahan KPK dalam kasus pengadaan lahan TPU (Tempat Pemakaman Umum).

Terpisah Bupati OKU Drs H Kuryana Azis yang juga calon Bupati OKU berpasangan dengan Drs Johan Anuar pada Pilkada OKU tahun 2020 mengaku belum tahu informasi apabila Johan sudah ditahan.

“Belum, belum dapat abar aku,” kata Kuryana sambil mengedikan bahunya.

Saat ditanya apakah kondisi ini mempengaruhi tahapan pilkada pasangan yang mengusung Jargon BEEKERJA LANJUTKAN, kuryana belum mau memberikan komentar.

Wakil Bupati OKU, Johan Anuar, resmi menjadi tahanan KPK usai Penyidik KPK menahan wakil Bupati OKU ini atas dugaan korupsi pengadaan lahan pemakaman di Baturaja, OKU.

Menanggapi itu, Ki Dr Azwar Agus SH MHum selaku seorang pengamat hukum dari Rektor Universitas Taman Siswa Palembang angkat bicara.

Ia menilai, penyidik sebaiknya memperhatikan aspek kemanusiaan karena status Johan yang saat ini sedang maju dalam pencalonan Wakil Bupati OKU di Pilkada 2020.

Baca juga: BREAKING NEWS: Mayat Bocah Laki-laki Ditemukan di Sungai Musi Palembang, Sempat Dikira Boneka

Azwar mengatakan, jika dilihat dari sisi politik, saat pemanggilan dan penahanan terhadap Johan Anuar seolah-olah ingin mengganggu paslon dalam pilkada.

Contohnya, menurunkan elektabilitas yang bersangkutan dan sabotase politik.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved