Breaking News:

UU ITE

Penangkapan Tersangka Ustad Maheer, Gus Miftah: Bukan Kriminalisasi Ulama

Penceramah Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah menegaskan bahwa kasus ujaran kebencian Soni Eranata alias Ustad Maheer, bukan kriminalisasi.

Editor: Sutrisman Dinah
Penangkapan Tersangka Ustad Maheer, Gus Miftah: Bukan Kriminalisasi Ulama
wikipedia
Habib Luthfi bin Yahya

SRIPOKU.COM -- Penceramah Gus Mftah atau Miftah Maulana Habiburrahman, menilai kasus Soni Eranata alias Ustaz Maaher At-Thuwailibi bukan kriminalisasi ulama. Siapa pun yang bersalah harus diproses dan dihukum sebagai bentuk tanggung jawab atas setiap perbuatannya.

Ustad Maheer At-Thuwailibi (28) ditetapkan sebagai tersangka mengeluarkan ujaran kebencian melalui media sosial. Ia dituduh melanggar Undang-undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU-IT) dan dapat diancam hukuman sampai enam tahun penjara.

Maheer ditangkap tim penyidik Bareskrim Polri pada Kamis (3/12) dini hari dan ditetapkan tersangka, setelah dilaporkan Waluyo Wasis Nugroho pada 27 November lalu. Maheer dilaporkan karena Ustad Maheer dinilai menghina Gus Dur (mantan Presiden Abdurrahman Wahid) dan Habib Luthfi bin Yahya .

Melalui akun Twitter-nya, Maaher sempat menyindir aktivitas pengajian yang didirikan Gus Miftah. Selama ini, pimpinan pondok pesantren Ora AJi itu dikenal sebagai tokoh yang kerap menyelenggarakan pengajian di sejumlah diskotek.

Bahkan tak jarang Gus Miftah memberikan pengajian kepada para wanita malam.

Maaher menyindir aktivitas tersebut dengan menyebut Gus Miftah sebagai kiai pecinta wanita malam. Gus Miftah pun merespons dengan mengingatkannya itu bisa memancing reaksi umat.

Sebelumnya, Soni Ernata alias Ustad Maheer dijerat menggunakan UU ITE. Kepala Biro Penmas Humas Polri, Brigjen Awi Setyono mengatakan, Maaher terancam penjara selama 6 tahun.

"Ancamannya pidana penjara 6 tahun dan atau denda paling tinggi Rp 1 miliar," kata Brigjen Awi di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (3/12).

Baca juga: Ustaz Maaher At Thuwailibi Ditangkap Polisi, Nikita Mirzani : Tunggu Giliran Gue yang Laporin

Baca juga: Komentari Ustaz Maaher Ditangkap, Nikita Mirzani: Pak Polisi Kalau Kurang Pasal Nanti Saya Tambahi

Menurut Awi, Maaher diduga telah melanggar tindak pidana penyebaran ujaran kebencian yang berdasarkan SARA. "Atas dugaan pelanggaran tindak pidana penyebaran informasi yang ditunjukan untuk menimbulkan rasa kebencian, permusuhan individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan SARA," jelasnya.

Sampai kamis sore, Maaher masih tengah menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri. Sebaliknya, penyidik masih menyelidiki motif tersangka menyebarkan ujaran kebencian di akun sosial medianya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved