Breaking News:

22 Pengawas TPS di OKU Reaktif, Dua Kali Dinyatakan Reaktif Bakal Diganti

Tujuan rapid test ini untuk mengantisipasi penyebaran Covid 19 pada Pilkada OKU 2020, 9 Desember mendatang.

Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM/LENI JUWITA
Ketua Bawaslu OKU Dewantara Jaya, dalam Pilkada Serentak Kabupaten OKU 

BATURAJA, SRIPO -- Sebanyak 22 orang dari 725 pengawas PTPS (Pengawas Tempat Pemungutan Suara) di Kabupaten OKU dinyatakan reaktif berdasarkan rapid test yang digelar Bawaslu OKU.

Terhadap mereka akan dilakukan rapid test ulang, dan jika masih menunjukan reaktif segera diganti.

Ketua Bawaslu Kabupaten OKU Dewantara Jaya SP menjelaskan, dari 725 orang PTPS ada tujuh orang tak mengikuti rapid test.

Mereka diberi kesempatan untuk mengikuti rapid test pada Kamis (3/12).

Baca juga: Terancam Diganti, 66 Orang Petugas KPPS dan Linmas di Kabupaten OKU Selatan Reaktif Covid-19 

Dewantara menjelaskan, rapid test dilakukan secara bertahap terhadap petugas PTPS di OKU.

Tujuan rapid test ini untuk mengantisipasi penyebaran Covid 19 pada Pilkada OKU 2020, 9 Desember mendatang.

Dewantara menambahkan, Bawaslu kembali akan melakukan rapid test ulang terhadap 22 petugas PTPS yang dinyatakan reaktif. Jika menunjukan hasil yang sama maka sesuai aturan yang berlaku dilakukan Penggantian Antar Waktu (PAW).

Baca juga: Video Petugas Reaktif Bakal di Ganti, 1.322 Orang Pengawas Pemilu di OKU Selatan Jalani Rapid Test

“Pengantinya atau PAW yakni pendaftar PTPS yang ada di bawah PTPS terpilih saat ikut seleksi kemarin," katanya.

Menurut Dewantara, pelaksanaan rapid test dilaksanakan di kecamatan antara tanggal 26 November sampai 28 November 2020 lalu. Pada saat proses rapid test tetap mengedepankan Protokol kesehatan (Prokes) Covid 19. “Alhamdulillah pelaksanaan rapid test ini berjalan lancar tidak ada kendala,” katanya.

Dijelaskan, rapid test tidak hanya terhadap PTPS, tapi berlaku terhadap Panwaslu Kecamatan, dan Panwaslu Kelurahan/Desa. Bahkan hingga ke tingkat Bawaslu Kabupaten OKU. Hal ini dilakukan untuk memastikan kesiapan daripada kesehatan pengawas pemilihan umum dijajaran Bawaslu OKU.

Baca juga: Sebanyak 725 PTPS Kabupaten OKU Jalani Rapid Test, Dua Kali Hasil Reaktif Harus PAW

Diklaim Sehat
Di OKU Selatan, Bawaslu setempat urung mengganti empat petugas yang sempat reaktif saat rapid test terhadap 1.322 orang tanggal 26 November 2020 lalu. Sebelumnya, empat orang tersebut dinyatakan reaktif, namun rapid test ulang tiga hari setelahnya dinyatakan non reaktif.

"Awalnya ada 4 orang yang reaktif, akan tetapi setelah dirapid ulang semuanya non reaktif, sehingga hasil final 1.322 semuanya non reaktif," ujar Koordinator Sekretariat Definitif Bawaslu Kabupaten OKU Selatan Bahdozen SPd, MSi, Rabu (2/12).

Bahdozen beralasan keempat orang yang sempat reaktif saat rapid test serentak lalu dikarenakan kondisi tubuh kurang fit sehingga setelah rapid test ulang 3 hari setelahnya tepatnya 28 November dinyatakan non reaktif. "Mungkin saat rapid tes pertama, kondisi tubuh kurang fit," ujarnya. (eni/cr28)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved