Rusia Ancam Uji Rudal Hipersonik Generasi Terbaru, Jerman Gabung 5 Negara, Bangun Sistem Pencegat

Kini ujicoba yang kedua Rudal Hipersonik milik Rusia tersebut mendapatkan perhatian dari negara-ngara besar Eropa.

Editor: Hendra Kusuma
Istimewa/handout
Rusia Ancam Uji Rudal Hipersonik Generasi Terbaru, Jerman Gabung 5 Negara, Bangun Sistem Pencegat 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Meski hanya bertajuk ujicoba, namun tindakan Rusia ini mendapatkan perhatian dunia, karena negara yang dulunya disebut Uni Soviet ini, tengah melakukan ujicoba Rudal Hipersonik generasi terbaru.

Sebelumnya Rusia sudah kali melakukan ujicoba Rudal Hipersonik tersebut.

Kini ujicoba yang kedua Rudal Hipersonik milik Rusia tersebut mendapatkan perhatian dari negara-ngara besar Eropa.

Bahkan Jerman secara diam-diam sudah bergabung dan mencap bendara bersama 6 negara lainnya.

Ancaman bahwa Rusia mulai bangkit dengan berbagai teknologi unggulannya, memang dianggap sebagai sebuah ancam, sebab mereka siapa dan negara api Rusia.

Berikut ini fakta-fakta dan kronologis mengapa tiba-tiba Jerman bergabung?

Ciptan Sistem Pencegat

Demi bisa mencegat serangan rudal hipersonik generasi terbaru, Pemerintah Jerman kini bergabung dalam proyek sistem pertahanan udara yang mendapat dukungan Uni Eropa.

Dengan dorongan Prancis, Jerman mengubah statusnya dari negara pengamat menjadi negara peserta dalam proyek bertajuk TWISTER, juru bicara Kementerian Pertahanan Jerman mengatakan kepada Defense News, Senin (30/11/2020).

Twister, singkatan dari Timely Warning and Interception with Space-Based Theater Surveillance, Peringatan dan Intersepsi Tepat Waktu dengan Pengawasan Teater Berbasis Ruang.

Uni Eropa memasukkan TWISTER dalam daftar proyek November 2019 di bawah skema Kerjasama Struktur Permanen atau Pesco.

Rudal pencegat berkecepatan lebih dari Mach 5

Proyek ini bertujuan untuk membangun jaringan sensor peringatan dini berbasis ruang angkasa dan sebuah pencegat yang bergerak dengan kecepatan lebih dari Mach 5 pada ketinggian hingga 100 kilometer pada 2030.

Pembuat rudal MBDA Deutschland, yang mengklaim bagian interseptor dari rencana tersebut, mengungkapkan rencana Proyek TWISTER.

"Tujuan TWISTER selaras dengan kepentingan Jerman," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Jerman.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved