Tampil Sederhana dan Biasa-biasa Meski Sedang Berada di Atas, Ini Kunci Radja Band Raih Kesuksesan
Pada masa itu, internet memang nggak kayak sekarang. Jadi, kalo promo album tuh masih ngandelin banget radio, media cetak, panggung, dan sejenisnya
Soalnya, kami kecewa sama sistem promosi kayak gitu.
Emang sih, kami sukses dikenal di daerah.
Tapi di kota besar, Radja tetep nggak diomongin," sungut Seno.
Meski rada gondok sama sistem promosi, masa-masa selepas album kedua dirilis lumayan indah buat nih band.
Job-job mulai kencang mengalir.
Meski semuanya dari daerah, lumayan bikin kantong tebel.
Ternyata, banyaknya job Radja di daerah bikin EMI Music Indonesia naksir.
Nih label langsung nawarin tuh band untuk ngerilis album ketiga.
"Berhubung waktu itu kami lagi free agent, tawaran itu langsung diiyakan.
Kami menganggap sistem promosi dan distribusi EMI bakal lebih seru dan mendukung perkembangan band," terang Moldy.
"Anggapan itu benar.
Di bawah EMI, distribusi album kami bisa sampe ke daerah terpencil.
Akibatnya, penjualan pun meningkat drastis.
Baru juga keluar, udah laku 75 ribu kopi.
Padahal, lagu barunya cuma tiga," samber Ian.
Fakta ini bikin Ian cs sadar kalo strategi promosi yang dilakuin selama ini nggak salah.
Bahkan, dengan distribusi yang lebih oke, angka penjualan album mereka di daerah bisa lebih maksimal.
Baca juga: Bikin Luluh Rara LIDA, Ini Sepak Terjang Gunawan LIDA jadi Penyanyi Dangdut, Pernah Jaga Konter HP
Dalam waktu lima bulan, album berjudul Langkah Baru terjual lebih dari 500 ribu kopi.
Kesuksesan ini ternyata membawa berkah tambahan.
Pelan tapi pasti, job dari Jakarta mulai mengalir.
Bukan cuma manggung, tawaran nongol di TV pun mulai rajin mampir.
Artinya, prestasi Radja mulai dapet pengakuan.
"Akhirnya cita-cita kami tercapai.
Sebenernya sih,kami hampir ngelupain cita-cita jadi band ibu kota.
Tapi, justru di saat kami hampir lupa, cita-cita itu tercapai.
Ini beneran anugerah yang nggak ternilai harganya," bilang Moldy, polos.
Haus TV
Popularitas yang makin tinggi jelas diimbang idengan tanggung jawab yang besar.
Khususnya, pas tampil di atas panggung.
Seluruh personil rmRadja dituntut untuk tampil total di setiap konser.
Kalo untuk tampil di depan ribuan penonton, sama sekali nggak masalah.
Nyaris di setiap konsernya -yang rata-rata dihadiri 10 ribu penonton-, Ian cs. tampil apik.
Anehnya, giliran tampil di TV, semua keapikan itu lenyap.
Musiknya sih tetep oke, tapi vokal Ian sering banget nggak tune.
Hasilnya, semua lagunya jadi fals.
Kenapa sih?
Baca juga: Video Penyanyi Dangdut Rupawan Ini Memperkerjakan Mantan Suaminya, Alasannya Buat Orang Terenyuh
"Nggak tau kenapa, setiap kali tampil di TV, gue selalu grogi.
Abis, gue berpikir, yang nonton jutaan orang, sih!" bilang vokalis yang ngidolain Armand Maulana, jujur.
Selain masalah grogi, Ian juga nyebutin kalo kondisi fisiknya yang kurang fit sering jadi kendala tambahan.
Karena jadwal turnya padat (saat itu nyaris dua hari sekali Radja manggung, RED.), dia jadi nggak bisa tampil maksimal.
"Kadang kondisi fisik yang nge-drop bikin penampilan gue nggak oke.
Tapi, kami semua masih haus TV.
Meski kondisi fisik capek, kalo ada tawaran pasti kami ambil.
Makanya, penampilan kami jadi sering nggak asik," tambahnya.
Sebagai band yang saat itu naik daun, Radja juga sadar kalo mereka harus mulai jaga kualitas.
"Kami sepakat untuk beneran tampil maksimal setiap kali manggung.
Biar semua orang tau kalo Radja adalah band yang bener-bener berkualitas dan pantes dapet perhatian," tegas Indra.
Setuju!
Apa yang udah dicapai dengan susah payah emang meski dijaga baik-baik.
Dan sadar atau nggak, Radja membuka jalan buat para juniornya buat sukses juga di kota besar, dan rajin main di TV.