Breaking News:

Dua Triwulan Ekonomi Sumsel Kontraksi Berturut-turut

Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel mencatat dua triwulan berturut-turut ekonomi mengalami kontraksi sebesar 1,40 year on year.

Editor: Refly Permana
handout
BPS Sumsel merilis data pertumbuhan ekonomi Sumsel Triwukan III 2020, Kamis (5/11/2020). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel mencatat dua triwulan berturut-turut ekonomi mengalami kontraksi sebesar 1,40 year on year.

Dari sisi produksi, lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum mengalami kontraksi tertinggi sebesar 10,42 persen. Dari sisi pengeluaran, kontraksi tertinggi terjadi pada komponen ekspor luar negeri yaitu sebesar 14,15 persen.

Meski secara year on year ekonomi Sumsel kontraksi, namun secara quartal ekonomi Sumsel triwulan III 2020 tumbuh sebesar 4,12 persen (q-to-q). Dari sisi produksi lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 13,65 persen.

Baca juga: Cerita Ruslan Penakluk Freekick Maut Messi, Namanya Akrab di Telinga Fans Indonesia dan Sriwijaya FC

Sementara dari sisi pengeluaran dicapai oleh komponen ekspor luar negeri yang meningkat signifikan sebesar 12,26 persen.

"Secara keseluruhan ekonomi Sumatra Selatan triwulan I hingga III 2020 tumbuh 0,56 persen. Dari sisi produksi, lapangan usaha jasa kesehatan dan kegiatan sosial mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 16,97 persen," ujar Kepala BPS Sumsel, Endang Triwahyuningsih saat paparan, Kamis (5/11/2020).

Endang mengatakan kontraksi ekonomi Sumsel triwulan III disumbang oleh lapangan usaha yang mengalami kontraksi signifikan adalah penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 10,42 dan transportasi
dan pergudangan sebesar 9,30 persen.

Baca juga: Roy Kiyoshi : Aku Melihat Ada Air Besar, Suara Minta Tolong dan Wafatnya Artis Senior di Tahun 2021

Industri pengolahan dan pertambangan yang memiliki peran dominan juga mengalami kontraksi sebesar 0,27 persen dan 3,99 persen.

Di sisi lain, sejumlah lapangan usaha masih mengalami pertumbuhan positif, diantaranya pengadaan listrik, gas sebesar 16,99 persen, jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 15,15 persen, dan informasi dan komunikasi sebesar 14,50 persen.

Berdasarkan sumber kontraksi ekonomi Sumatra Selatan triwulan III-2020 year on yaer kontraksi tertinggi berasal dari lapangan usaha pertambangan dan penggalian sebesar 0,91 persen, diikuti pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 0,65 persen dan perdagangan besar dan eceran, dan reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 0,20. Sementara  pertumbuhan ekonomi Sumatra Selatan dari lapangan usaha lainnya sebesar 2,37 persen.

Baca juga: Sosok Letkol Dwison Evianto yang Dicopot Dari Dandim 0736 Secara Mendadak, dan Ditolak Warga

Sebelumnya ekonomi Sumatra Selatan triwulan II 2020 mengalamikontraksisebesar 1,37persen year on year.

Sedangkan berdasarkan kuartal ke kuartal ekonomi Sumsel triwulan dua 2020 juga mengalami kontraksi sebesar 2,30 persen.

Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved