Virus Corona di Sumsel

Jika Ada Klaster Pilkada Mura & Muratara, Lubuklinggau Siap Menampung, Kalau Perlu Libatkan Hotel

Cikwi Faris, menyampaikan bahwa saat ini Lubuklinggau siap menerima pasien-pasien dari daerah Mura dan Muratara.

Editor: Refly Permana
tribunsumsel/eko
Kepala Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau Cikwi Faris 

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Saat ini, Kabupaten Musi Rawas (Mura) dan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) tidak mempunyai rumah sehat untuk isolasi pasien Covid-19.

Setiap pasien Covid-19 asal Kabupaten Mura dan Muratara tersebut banyak menjalani isolasi di rumah masing-masing dan ada yang menjalani perawatan di Lubuklinggau.

Kepala Dinas Kesehatan Lubuklinggau, Cikwi Faris, menyampaikan bahwa saat ini Lubuklinggau siap menerima pasien-pasien dari daerah Mura dan Muratara.

Baca juga: Keseruan Tim Lemak Nian Oi saat Mampir di Halwa Cake and Bake, Semua Hidangannya Homemade dan Enak !

"Kita siap menerima pasien dari daerah sebelah, karena Pilkada Mura dan Muratara kebetulan juga orang-orangnya, baik itu ASN, orang yang kerja di Muratara, termasuk timsesnya, banyak berurusan dengan Lubuklinggau, ya kita siapkan semua," kata Cikwi pada wartawan, Selasa (20/10/2020).

Ia menuturkan, saat ini Lubuklinggau mempunyai Rumah Sakit (RS) Siti Aisyah, RS Ar-Bunda, RS Sobirin dan RS Siloam, rumah sakit tersebut sanggup menampung pasien-pasien dari dua daerah tersebut.

"Rumah Sehat Silampari III Bandiklat dan Eks Kompi sudah kita siapkan semua. Kalau pun terpaksa nanti semuanya penuh mereka bisa memanfaatkan hotel di Lubuklinggau," ungkapnya.

Baca juga: Rahel Radiansyah Masukkan Bola ke Jersey, Ternyata Ini Makna Selebrasi Usai Bobol Gawang Persipra

Ia menyampaikan, penanganan Covid-19 di kota ini mengalami penurunan, bila sebelumnya angka konfirmasi bila ada penambahan selalu mencapai puluhan, namun, saat ini penambahannya hanya sedikit sekali.

Berdasarkan data Satgas Covid-19 saat ini jumlah angka konfirmasi positif Covid-19 di Kota Lubuklinggau sebanyak 768 kasus konfirmasi dengan 18 orang dinyatakan meninggal dunia.

"Dulu sehari 60-70 orang sekarang lima paling banyak enam orang. Bahkan zona ini sekarang mulai menurun, sebelumnya zona merah sekarang sudah menjadi oranye," ujarnya.

Menurutnya, penurunan jumlah kasus ini diharapkan kedepan tidak membuat semua pihak menjadi longgar. Karena Lubuklinggau ini merupakan kota transit dari berbagai kabupaten tetangganya.

Baca juga: Plt Bupati Muaraenim Juarsah Berikan Kesaksikan: Saya tak Pernah Diajak Bicara Proyek oleh Aries HB

"Setiap hari dan setiap malam selalu ada perubahan -perubahan. Dimana selalu ramai orang singgah, bisa dari dalam Sumsel maupun luar Sumsel.

Kita himbau masyarakat selalu menerapkan 4 M menggunakan masker, cuci tangan, jaga jarak dan menghindari kerumunan," ungkapnya.

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved