Jangan Hanya Beri Tugas, Guru Diingatkan Agar Tetap Mengasah Kompetensi Peserta Didik

Pakar pendidikan dari Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) Imam Sujadi mengingatkan soal kurikulum komptensi yang dianut dunia pendidikan.

Tayang:
Editor: adi kurniawan
ANTARA/arif
WIFI GRATIS-Sejumlah siswa SMP belajar secara daring saat peluncuran WiFi Publik dan Pedoman Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Kota Bogor di Kampung Bubulak RT 04/16, Kelurahan Tegal Gundil, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (21/9/2020). 

Ketika harus mengalikan, lanjut Imam, siswa bisa diberikan harga 1 kilowatt listrik untuk dikalikan dengan total nilai meteran selama seminggu.

"Sehingga uang yang dikeluarkan bapak ibu di rumah itu berapa bisa terlihat," ungkap Imam.

"Jadi kita tidak menuntut murid berhitung yang banyak, tapi konteks bagaimana literasi numerik dipunyai."

"Bagaimana bilangan digunakan untuk menyelesaikan masalah," ungkap Imam.

Tidak hanya sebatas menghitung biaya, Imam menyebut siswa bisa diminta untuk mengamati angka harian dalam seminggu.

"Bisa ditanyakan kapan listrik paling banyak digunakan, sehingga mungkin bisa didapatkan penyebabnya, o karena AC lupa dimatikan atau sebagainya," terang Imam.

"Guru perlu kreativitas untuk mengembangkan isi pembelajaran, pembelajaran berbasis kompetensi bukan berbasis pada materi," tandasnya.

Ingatkan Orang Tua untuk Ajarkan Kejujuran

Selain mengingatkan guru, Imam juga mengingatkan pentingnya mendidik nilai kejujuran.

Imam menyebut mengerjakan tugas sekolah anak selama PJJ dinilai mengajarkan nilai ketidakjujuran.

Hal itu diungkapkan pakar pendidikan dari Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) Imam Sujadi.

Imam menyebut peserta didik sebisa mungkin mengerjakan tugasnya sendiri.

"Orang tua saat ini jangan mem-back up tugas sekolah anak, pekerjaan anaknya dikerjakan oleh ibunya, ibunya yang mengumpulkan, itu mendidik tidak jujur," ungkap Imam.

Imam mengatakan anak harus diminta untuk mengerjakan sebisanya.

"Coba mereka mengerjakan sejauh mana sebisanya, andaikan tidak bisa, tugas orangtua itu mengomunikasikan kepada guru."

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved