Jangan Hanya Beri Tugas, Guru Diingatkan Agar Tetap Mengasah Kompetensi Peserta Didik

Pakar pendidikan dari Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) Imam Sujadi mengingatkan soal kurikulum komptensi yang dianut dunia pendidikan.

Editor: adi kurniawan
ANTARA/arif
WIFI GRATIS-Sejumlah siswa SMP belajar secara daring saat peluncuran WiFi Publik dan Pedoman Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Kota Bogor di Kampung Bubulak RT 04/16, Kelurahan Tegal Gundil, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (21/9/2020). 

SRIPOKU.COM -- Pakar pendidikan dari Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) Imam Sujadi mengingatkan soal kurikulum komptensi yang dianut dunia pendidikan.

Pernyataan ini disampaikannya karena selama pembelajaran jarak jauh, guru hanya memberikan materi tanpa memperhatikan kompetensi.

Guru dinilai tidak tepat jika menyampaikan pelajaran kepada peserta didik selama pembelajaran jarak jauh (PJJ) hanya dengan melalui tugas.

Hal ini diungkapkan pakar pendidikan dari Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) Imam Sujadi.

Imam menyebut selama PJJ isi pembelajaran perlu diubah.

"Kalau siswa diberi pelajaran hanya dengan tugas-tugas, maka akan keberatan," ungkap Imam dalam program Overview Tribunnews, Kamis (15/10/2020).

Menurut Imam, penting bagi guru untuk membuat sebuah aktivitas yang bisa sekaligus menjelaskan materi pembelajaran, tak hanya tugas semata.

"Jadi kurikulum kita berbasis kompetensi, bukan berbasis materi."

"Jadi yang harus dituntut kompetensinya apa," ungkap Imam.

Baca juga: Wanita Muda Ini Tergila-gila pada Pria Lansia Karena si Kakek Ternyata Sangat Jago di Atas Ranjang

Baca juga: Gandeng Disperindag, Pertamina Sidak Pangkalan Pastikan Stok LPG untuk Kebutuhan Masyarakat Bengkulu

Baca juga: Video : Usai Latihan Penggawa SFC Bertolak ke Prabumulih , Penuhi Undangan Friendly Match

Menurut Imam, kompetensi pelajaran dapat dicapai melalui aktivitas-aktivitas yang ada.

"Gunakan lingkungan seadanya, ambil contoh sederhana, misal dalam pelajaran matematika."

"Untuk mengajarkan tentang penjumlahan dan sebagainya, jangan diberi tugas mengerjakan banyak soal tentang penjumlahan."

"Tapi coba siswa diminta mengamati misalnya meteran listrik di rumah dalam satu minggu," ungkap Imam.

Imam menyebut, siswa bisa diminta untuk mengamati berapa meteran listrik di rumah per harinya.

"Kemudian jumlahkanlah berapa meter selama satu minggu," ungkap Imam.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved