Inilah Masalah Kesehatan di Balik Siklus Menstruasi yang Tak Teratur

Jika seseorang mengalami siklus menstruasi yang tak teratur atau terganggu, ada kemungkinan dia memiliki masalah kesehatan tertentu.

Editor: Bejoroy
wikiHow
Ilustrasi - Siklus menstruasi bisa memengaruhi usia seseorang. Kesimpulan ini muncul dari hasi penelitian terbaru yang diterbitkan di British Medical Journal. 

SRIPOKU.COM - Siklus menstruasi dapat menandakan kondisi kesehatan seorang wanita.

Jadi, jika seseorang mengalami siklus menstruasi yang tak teratur atau terganggu, ada kemungkinan dia memiliki masalah kesehatan tertentu.

Masalah kesehatan yang terjadi bisa amat beragam, mulai dari kanker, diabetes, penyakit jantung, masalah metabolisme, hingga gangguan kesehatan mental.

Benarkah Minum Softdrink Mempercepat Siklus Menstruasi?

Ramalan Bintang Kesehatan Jumat 2 Oktober 2020: Virgo Mungkin akan Menjalani Hari yang Sangat Indah

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Bahkan, siklus menstruasi bisa memengaruhi usia seseorang. Kesimpulan ini muncul dari hasi penelitian terbaru yang diterbitkan di British Medical Journal.

Berdasarkan data yang dikumpulkan terhadap 80.000 orang, terungkap,  siklus menstruasi yang lama dan tidak teratur bisa terkait dengan risiko kematian dini yang lebih tinggi -sebelum seseorang berusia 70 tahun.

Tim peneliti -para ilmuwan dari Harvard dan Tongji Medical College di China, berkomentar terhadap hasil penelitian tersebut.

Menurut mereka, gangguan hormonal adalah faktor utama dalam kesehatan dan masa hidup orang yang mengalami menstruasi.

Hal itu pula yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, kanker, dan diabetes.

4 Tanda Kehamilan. (https://www.google.co.id/)

1. Hubungan antara gangguan menstruasi dan kematian dini

Para peneliti meninjau data dari 79.505 perawat Amerika Serikat berusia 25-42 tahun, sebagai bagian dari studi yang dimulai pada tahun 1989.

Studi diperbarui setiap dua tahun hingga tahun 2013. Dari sana terkumpul data perihal gaya hidup dan kesehatan partisipan, termasuk pola dan durasi siklus menstruasi mereka.

Pada awal penelitian, partisipan diminta mengingat informasi tentang menstruasi mereka dari usia 14-17 tahun.

Setelah mempertimbangkan variabel lain, peneliti menemukan hasil yang mengejutkan.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved