Sulit Menahan Kencing! Inilah Faktor Risiko Inkontinensia Urine: Usia lanjut - Kondisi medis lainnya
Inkontinensia urine adalah keluarnya urine di luar kehendak, sehingga dapat menimbulkan masalah kesehatan maupun sosial.
SRIPOKU.COM - Pernahkah Anda merasa sulit menahan kencing atau buang air kecil (BAK)?
Jika pernah, salah satu kondisi medis yang bisa menyebabkan kondisi tersebut adalah inkontinensia urine (UI).
Inkontinensia urine adalah keluarnya urine di luar kehendak, sehingga dapat menimbulkan masalah kesehatan maupun sosial.
• Sulit Menahan Kencing! Inilah Tipe Inkontinensia Urine beserta Gejalanya: Inkontinensia Urin Tekanan
• Menguat, Berikut Nilai Tukar Rupiah Hari Jumat 18 September 2020 di 5 Bank Besar Indonesia
Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Meski bukan termasuk kondisi yang mengancam jiwa, inkontinensia urine tetap saja bisa memengaruhi kualitas hidup seseorang karena dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti hubungan interpesolan, interaksi sosial, kesehatan psikologis, termasuk seksual.
Melansir Cleveland Clinic, berikut ini beberapa faktor risiko inkontinensia urine yang dapat dipahami:
1. Usia lanjut
Ketika seseorang bertambah usia, kekuatan otot-otot di kandung kemih dan uretra menurun, sehingga menyebabkan urine tidak dapat ditahan secara optimal.
Inkontinensia juga sering kali menjadi bagian dari sindrom geriatri atau sekumpulan masalah kesehatan yang terjadi pada lansia.

3 Cara Melancarkan Haid yang Terlambat. (http://style.tribunnews.com/)
2. Jenis kelamin wanita
Inkontinensia urine dilaporkan lebih banyak menyerang wanita dibandingkan pria.
Pada wanita lebih sering terjadi inkontinensia tekanan yang disebabkan oleh kehamilan, proses persalinan, menopause, dan anatomi traktus urinarius wanita.
Sedangkan pada pria, lebih sering terjadi inkontinensia desakan dan luapan yang disebabkan oleh masalah prostat.
Dan jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:
3. Berat badan berlebih