Sulit Menahan Kencing! Inilah Tipe Inkontinensia Urine beserta Gejalanya: Inkontinensia Urin Tekanan

Salah satu kondisi medis yang bisa menyebabkan kondisi sulit menahan kencing adalah inkontinensia urine (UI).

Editor: Bejoroy
brilio.net
Ilustrasi. Meski bukan termasuk kondisi yang mengancam jiwa, inkontinensia urine tetap saja bisa memengaruhi kualitas hidup seseorang karena dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. 

SRIPOKU.COM - Pernahkah Anda merasa sulit menahan kencing atau buang air kecil (BAK)?

Jika pernah, salah satu kondisi medis yang bisa menyebabkan kondisi tersebut adalah inkontinensia urine (UI).

Inkontinensia urine adalah keluarnya urine di luar kehendak, sehingga dapat menimbulkan masalah kesehatan maupun sosial.

Ramalan Bintang Cinta Kamis 17 September 2020: Cancer Jangan Fokus Kehidupan Pribadi Saja

Tes Kepribadian: Pilih Gadis Mana yang Paling Percaya Diri, Ungkap Kamu Rasional atau Sentimentil?

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Meski bukan termasuk kondisi yang mengancam jiwa, inkontinensia urine tetap saja bisa memengaruhi kualitas hidup seseorang karena dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti hubungan interpesolan, interaksi sosial, kesehatan psikologis, termasuk seksual.

Gejala inkontinensia urine
Gejala inkontinensia urine sebenarnya bervariasi atau tidak hanya sulit menahan kencing.

Melansir Health Line, berikut ini beberapa tipe inkontinensia urine beserta gejalanya masing-masing yang dapat dikenali:

1. Inkontinensia urin tekanan (stress incontinence)

Urin keluar ketika ada peningkatan tekanan pada kandung kemih karena adanya batuk, bersin, tertawa, atau ketika mengangkat beban berat atau berolahraga.

8 Kebiasaan Penyebab Ginjal Rusak (1). (Qudapan)

2. Inkontinensia urin desakan (urge incontinence)

Timbul rasa ingin kencing yang tiba-tiba dan mendesak atau kebelet yang diikuti dengan keluarnya urine.

Jumlah urine yang dikeluarkan pun meningkat, termasuk pada malam hari.

Kondisi ini bisa terjadi akibat adanya infeksi atau adanya kondisi yang lebih serius, seperti gangguan saraf pada penderita diabetes.

3. Inkontinensia urine campuran (mixed incontinence)

Urine keluar karena adanya faktor gangguan gabungan, antara inkontinensia tekanan dan tekanan.

ilustrasi
Update 16 September 2020. (https://covid19.go.id/p/berita/)
Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved