Breaking News:

Pemutihan Pajak Diperpanjang 1 Bulan, Wajib Pajak Padati Kantor Pajak Kota Muara Dua

Pembayar pajak di Kantor Pajak di Kota Muaradua Kabupaten OKU Selatan mengalami peningkatan. Menyusul kebijakan penghapusan denda pajak kendaraan

sripoku.com/alan
Habidurahman : Kasie Penetapan Pembukuan dan Pelaporan Habidurahman 

SRIPOKU.COM, MUARADUA  - Pembayar pajak di Kantor Pajak di Kota Muaradua Kabupaten OKU Selatan mengalami peningkatan, pasca kebijakan Pemerintah terhadap penghapusan denda pajak kendaraan dan bunga Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) serta biaya Bea Balik Nama (BBN).

Sebelumnya, berdasarkan data kantor pajak OKU Selatan pada bulan Juni dan Juli warga yang melakukan pembayar pajak kendaraan bermotor di Kantor Pajak OKU Selatan hanya berkisaran di angka 100 perhari.

Kemudian setelah kebijakan penghapusan denda sejak 1 Agustus hingga 30 Agustus dikatakan Kepala Kantor Pajak Arizal, SH, MSi melalui Kasie Penetapan Pembukuan dan Pelaporan Habidurahman, meningkat mencapai 200-hingga 250 warga pembayar pajak atau meningkat 100 persen lebih.

"Alhamdulillah setelah program pemutihan atau pengapusan denda pajak kendaraan dan BBN 1 pemilik kendaraan meningkat 90-hingga 100 persen, biasanya perharinya minimal 100 orang setelah pemutihan rata 250 orang yang membayar pajak,"ujar Habidurhman, Rabu (16/9/2020)

Sebelumnya telah berlangsung selama satu bulan, dikatakan Habidurahman masa waktu
pemutihan denda pajak diperpanjang selama 1 bulan tercatat pertanggal 1 September - 31 September 2020 dan diharapkan memahami program pemutihan denda pajak dalam artian bukan pemutihan pembayaran pajak.

"Penghapusan denda dan pembebasa BBN 2, misalnya pajak kendaraan mati 3 tahun wajib pajak tetap bayar pokok pajak 3 tahun akan tetapi terlepas dari pembayaran denda, kemudian terkait BBN (bea balik nama), tidak dikenakan biaya,"kata Habidurahman.

Dalam melakukan pembayaran pajak kendaraan sesuai waktu yang telah ditetapkan di masa pemutihan denda pajak ini, perlu menyiapakan syarat-syarat berupa STNK asli dan KTP Asli.

Sedangkan bagi kendaraan yang telah mati pajak selama 5 tahun selain menyertakan syarat KTP dan STNK asli wajib membawa potocopy BPKB dan bukti cek fisik kendaraan yang dapat dilakukan dikantor pajak.

Bupati Musi Rawas Minta Masyarakat Kecamatan Sukakarya Pertahankan Status Zero Covid-19

Pemuda Muslim OKUS Soroti Penerapan Protokol Kesehatan Jelang Pilkada OKUS

Nekat Berfoto Selfie, 2 Sahabat Ini Tewas Terjatuh Dari Air Terjun Setinggi 30 Meter

Sementara bagi yang melakukan balik nama atau bea balik nama (BBN) membawa STNK asli, KTP, cek fisik kendaraan asli beserta membawa kendaraan dan membawa kwitansi bukti jual beli kendaraan tersebut.

Editor: Azwir Ahmad
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved