Breaking News:

Muktamar Alim Ulama di Palembang dan Politik Islam

Tulisan ini akan bercerita mengenai penyelenggaraan Muktamar Alim Ulama se In­do­ne­sia yang diadakan 8 September-11 September 1957 di Palembang

Editor: Salman Rasyidin
Muktamar Alim Ulama di Palembang dan Politik Islam
ist
Ryllian Chandra S.S, M.A

Kemudian beberapa tokoh baik sipil maupun militer membacakan pidato pembukaanya, serta beberapa perwakilan ulama dari berbagai daerah.

Mantan Wakil Presiden Mohammad Hatta yang sedianya akan membuka muktamar tidak dapat hadir.

Sebagai gantinya beliau mengirimkan rekaman pidato sambutan ke Palembang.

Dikarenakan masalah teknis, rekaman pidato Mohammad Hatta baru diperdengarkan kepada para peserta kongres pada hari ketiga penyelenggaraan kongres.

Dalam dokumentasi kongres tercatat sekitar 325 utusan undangan dan sekitar 300 orang peninjau dari berbagai daerah di Indonesia hadir dalam kongres tersebut.

Jumlah peserta yang tidak tercatat sepertinya jauh lebih besar karena kongres dapat dihadiri oleh masyarakat umum.

Nadhatul Ulama tidak mengirimkan utusan resmi ke kongres tersebut meskipun secara perseorangan banyak warga nadhiyin yang ikut hadir dalam kongres tersebut.

Ketidakhadiran NU sebagai organisasi pada kongres tersebut akibat perbedaan sikap politik antara Masjumi dengan NU terkait isu-isu politik di pemerintahan.

Terdapat tujuh tema utama pembahasan yang dibicarakan selama tiga hari penyelenggaraan kongres tersebut, yakni Hukum Islam, Negara, Ekonomi, Pendidikan Islam, Sejarah dan Budaya Islam di Indonesia, Agama, dan Upaya Mempertahankan Islam.

Pembahasan masing-masing tema dibagi dalam beberapa panel tertutup yang diadakan di Kantor Masjumi dan Kantor Muhammadiyah.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved