Resesi Ekonomi, Apa Yang Harus Dilakukan?

Dampak ekonomi pandemi covid 19 beberapa bulan ini sangat dirasakan oleh negeri ini, kini dampak tersebut sudah mengarah pada resesi ekonomi.

Editor: Salman Rasyidin
ist
AMIDI 

Kemudian yang perlu disikapi dengan serius ancaman resesi ekonomi ini ka­rena resesi ekonomi yang akan terjadi tersebut.

Sebab, akumulasi dari krisis ekonomi sebagai dampak dari pandemi covid 19 yang ber­ke­pan­jangan tersebut berdeda dengan krisis ekonomi tahun 1998 dan krisis eko­nomi tahun 2008 yang lalu.

Krisis ekonomi saat ini unik, karena krisis ekonomi kali ini tidak sema­­ta-ma­ta karena faktor ekonomi tetapi lebih didorong oleh faktor kesehatan, akibat pandemi covid 19 lah justru menyebabkan adanya dorongan faktor eko­nomi.

 Sehingga, Pemerintah selain harus fokus mengatasi krisis ekono­mi juga harus berjibaku menangani pandemi covid 19 tersebut, karena me­nyangkut nyawa manusia.

Langkah Antisipasi Perlu Dilakukan.

Dengan terganggunya sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia, kon­sumsi, investasi dan ekspor tersebut, upaya yang harus kita lakukan ada­lah setidaknya bagaimana mengantisipasi agar ke tiga sumber partum­bu­han tersebut dapat diperbaiki.

Konsumsi. 

ilustrasi konsumsi
ilustrasi konsumsi (CATERNEWS)

Konsumsi mengalami penurunan, karena pendapatan turun, u­saha macet, karyawan tidak sedikit yang kena PHK.

Berdasarkan data BPS, bahwa pada kuartal I - 2020, konsumsi tumbuh 2,83 persen sementara e­konomi tumbuh 2,97 persen.

Pada kuartal II -2020, konsumsi terkoreksi minus 5,51 persen, ekonomi minus 5,32 persen.

Dikatakan oleh kepala BPS bahwa yang menyebabkan konsumsi rumah tang­ga terkontraksi adalah penjualan eceran yang mengalami kontraksi pa­da seluruh kelompok penjulan.

Antara lain, makanan, minuman, dan tem­ba­kau.

Lalu ada sandang,perlengkapan rumah tangga lainnya bahkan bahan ba­kar kendaraan, barang budaya dan rekreasi. (Kontan.co.id, 5/8/2020).

Secara singkat dapat dikatakan bahwa semua aspek konsumsi ini meng­a­lami penurunan, karena memang pendapatan pelaku bisnis dan rumah ta­ng­ga memang mengalami penurunan akibat pendapatan turun, daya beli tu­run.

PHK dan beberapa unit bisnis yang ada terpaksa gulung tikar.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved