Resesi Ekonomi, Apa Yang Harus Dilakukan?
Dampak ekonomi pandemi covid 19 beberapa bulan ini sangat dirasakan oleh negeri ini, kini dampak tersebut sudah mengarah pada resesi ekonomi.
Oleh : Amidi
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Palembang dan Pengamat Ekonomi Sumsel
Dampak ekonomi pandemi covid 19 beberapa bulan ini sangat dirasakan oleh negeri ini, kini dampak tersebut sudah mengarah pada resesi ekonomi.
Beberapa negara besar di dunia sudah terlebih dahulu merasakan resesi ekonomi akibat pandemi covid 19 tersebut, seperti Amerika Serikat (AS), Jepang, Korea Selatan dan Singapura.
Kinerja ekonomi kuartal II - 2020 negara-negara besar tersebut terus menyusut dan menunjukan partumbuhan minus.
Kini, negeri ini harus bersiap – siap mengantisipasi terjadinya resesi ekonomi tersebut.
Indikasi ini diperlihatkan oleh adanya penurunan laju pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB).
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, ekonomi Indonesia berdasarkan PDB triwulan II atas dasar harga berlaku sebesar Rp. 3,687,7 triliun.
Sementara itu, berdasarkan harga dasar konstan dengan tahun dasar 2010 adalah sebesar Rp. 2.589,6 triliun.
Dengan berbagai catatan peristiwa pada triwulan II - 2020, ekonomi Indoensia kalau PDB atas dasar harga kosntan kita bandingkan pada kuartal II - 2019, maka ekonomi kontraksi 5,32 persen atau minus 5,32 persen (Kompas.com, 6/8/2020)
Dibandingkan dengan negara – negara besar di dunia tersebut, Indonesia baru akan dibayangi oleh ancaman penyakit ekonomi “resesi ekonomi” tersebut.
bagi Indonesia ancaman resesi ekonomi ini memang harus dicermati secara seksama, namun jangan pula terlalu dikhawatirkan, sekali lagi yang harus dilakukan adalah melakukan berbagai langkah antisipasi kini dan ke depan.
Apalagi Indonesia memiliki perbedaan dengan negara lain, seperti Singapura dalam mengejar laju pertumbuhan ekonomi-nya.
Dikemukakan Menteri Keuangan Sri Mulyani, jika Singapura dalam mengejar laju pertumbuhan ekonominya bergantung pada perdagangan internasional.
Sementara Indonesia dalam mengejar laju pertumbuhan ekonominya sangat bergantung pada tingkat konsumsi, investasi dan ekspor.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/amidi-feump.jpg)