Breaking News:

Syarat Rapid dan Swab Dihapus

BREAKING NEWS: Syarat Terbang Tak Perlu Rapid Maupun Swab Test Cukup Pakai Alat Deteksi

"Urusan juga tidak mendesak langsung suruh pulang. Kecuali ada gejala. Gejala apapun tidak boleh terbang,"

Penulis: Jati Purwanti | Editor: Hendra Kusuma
sripoku.com/alan
Dokumentasi Sripo, rapid-test di Puskesmas Muaradua, Kamis (23/4/2020). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG--Saat ini pemerintah mewajibkan setiap orang yang akan menggunakan moda transportasi udara (pesawat) untuk melampirkan hasil rapid test atau swab test.

Pihak bandar udara (bandara) dan beberapa maskapai penerbangan pun menyediakan layanan rapid test yang bisa dimanfaatkan oleh calon penumpang.

Terkait dengan hal ini ahli mikrobiologi dari Universitas Sriwijaya, Yuwono mengatakan bahwa, untuk terbang sebenarnya masyarakat tak perlu lagi harus menyertakan hasil tes cepat maupun tes usap.

Menurut Yuwono, pencegahan penularan di pesawat dapat dilakukan dengan cara mendeteksi suhu calon penumpang pesawat sebelum terbang.

Bila calon penumpang dinyatakan demam harus ditolak untuk melakukan penerbangan.

Demam merupakan salah satu gejala dari seseorang tertular virus.

"Rapid test dan swab test tidak perlu untuk syarat penerbangan."

"Kalau suhu tinggi, 38°, artinya demam."

"Urusan juga tidak mendesak langsung suruh pulang. Kecuali ada gejala. Gejala apapun tidak boleh terbang," ujarnya pada Sumsel Virtual Fest dengan tema Pandemi Covid-19, Menyerah atau Menang, Rabu (5/8/2020).

Dia menyebutkan, Orang Tanpa Gejala (asimptomatik) tidak akan menularkan virus kepada orang lain.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved