Breaking News

Kenangan Anak AK Gani Akan Ayahnya,Pahlawan Nasional Asal Palembang Pernah Ajak Jalan ke Kebun Karet

Seingat Priyanti, saat berumur empat tahun, adalah momen terakhir bertemu sang ayah dengan pemilik nama asli Adnan Kapau Gani tersebut.

Penulis: maya citra rosa | Editor: Refly Permana
sripoku.com/maya
Anak AK Gani 

Laporan wartawan Sripoku.com, Maya Citra Rosa

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Priyanti Gani, Kepala Museum Pahlawan Nasional sekaligus putri dari seorang pejuang nasional bernama AK Gani, mengenang kembali sosok ayahnya tersebut.

Seingat Priyanti, saat berumur empat tahun, adalah momen terakhir bertemu sang ayah dengan pemilik nama asli Adnan Kapau Gani tersebut.

Adnan adalah nama kecil dari sosok karismatik berambut ikal khas ini, ternyata bukan hanya sosok pejuang kemerdekaan yang tegas dan berani, namun juga memiliki sisi lain yang tidak banyak diketahui publik.

Realisasi Pemutihan Pajak Kendaraan di Sumsel Baru Capai Sebesar Rp 2,6 Miliar, 31 Agustus Berakhir

Ayah AK Gani adalah seorang guru bernama Abdul Gani Sutan Mangkuto asli orang Sumatera Barat dan ibunya bernama Siti Rabayah, orang asli Palembang.

AK Gani lahir di Desa Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada 16 September 1905. Nama tengahnya, Kapau diperoleh dari pemberian gurunya pada saat ia bersekolah di Kapau, Sumbar.

Yanti mengenal AK Gani sebagai ayah yang sangat mendidik, penyayang, dan disiplin kepada anak-anaknya.

Patung AK Gani
Patung AK Gani (istimewa)

Dia masih ingat beberapa kali AK Gani mengajaknya jalan-jalan, salah satunya berjalan-jalan ke daerah yang saat ini disebut Kertapati dekat dengan pabrik karet.

Peringatan BMKG untuk Pihak Kecamatan di OKU Selatan: Agustus Ini Diprediksi Ada Pergerakan Tanah

Saat itu, Gani pernah menyampaikan bahwa suatu saat Sumsel akan mandiri dan menjadi lumpung hasil bumi, seperti karet, pupuk dan persawahan.

Dirinya juga tidak pernah lupa bagaimana sikap disiplin sang ayah, seperti saat sarapan pagi di meja makan, tidak ada satu orang pun yang boleh makan sambil berbunyi.

Kalau ada yang makan sambil berbunyi, maka Gani akan berhenti makan, dan menasehati agar anak-anaknya membiasakan sopan santun.

“Ayah juga seringkali berpesan, jangan ambil nasi banyak kalau tidak dihabiskan, nanti nangis nasi kalau tidak habis,” ujarnya saat ditemui, di Museum AK Gani, Rabu (5/8/2020).

Selain penyayang pada keluarga, Gani juga selalu menasehati untuk tidak mengemis mengenai apapun kepada orang lain.

Kunci Jawaban SD Kelas 1 2 3 4 5 6 Kamis 6 Agustus 2020, TVRI Belajar dari Rumah, Link Live TVRI

Cukup melakukan yang terbaik, ikhlas, dan sabar yang nantinya dapat membuat diri menjadi orang yang besar.

Menurutnya, peran AK Gani semasa hidup lebih banyak dihabiskan dalam hal pembangunan provinsi Sumsel sejak sebelum maupun sesudah Indonesia merdeka.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved