Terungkap dari Program Pemutihan, Ada Warga di Lubuklinggau Nunggak Pajak Kendaraan Sejak 2016

Antrian warga membludak memadati kantor Samsat Kota Lubuklinggau dihari kedua program pemutihan denda pajak kendaraan bermotor (PKB).

Editor: Refly Permana
tribunsumsel/eko
Antrian pemohon pemutihan pajak di Kantor Samsat Lubuklinggau. 

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Antrian warga membludak memadati kantor Samsat Kota Lubuklinggau dihari kedua program pemutihan denda pajak kendaraan bermotor (PKB).

Pantauan Tribunsumsel.com Senin (3/8/2020), antrian pemilik kendaraan roda dua dan roda empat terlihat meluber hingga halaman kantor Samsat.

Mereka terlihat mengantri menunggu namanya dipanggil ke tenda yang telah disediakan oleh petugas Samsat Lubuklinggau.

Jangan Sampai Tertipu, Berikut Harga Mobil Bekas Dari Rp 50 Jutaan, Lengkap dari Daihatsu - Datsun

Melisa (23 tahun), salah satu warga yang mengantri, mengaku senang dengan adanya program yang diselenggarakan oleh Pemprov Sumsel ini karena bisa mengurangi beban pembayaranan.

"Dengan adanya pemutihan ini sangat mengurangi beban lebih sedikit, dibandingkan harus membayar seperti biasanya," kata Melisa pada Tribunsumsel.com, Senin (3/8/2020).

Melisa mengaku datang ke Samsat Kota Lubuklinggau bersama adiknya untuk mengurus pajak kendaraan milik orangtuanya yang menunggak sejak tahun 2016 lalu.

Hanya saja ia mengaku belum mengetahui berapa biaya yang harus dikeluarkan secara keseluruhan, karena masih menunggu penghitungan dari petugas Samsat.

Video : Hindari Kecelakaan, Minibus Meluncur dan Jatuh Ke Laut di Madura

“Belum tau ini berapa yang harus dibayar, karena telat dari tahun 2016 lalu, tadi masih dihitung, pak," terangnya.

Kepala UPTB Samsat Kota Lubuklinggau, Addi Ramdhoni, mengatakan semenjak dibuka program pemutihan animo masyarakat untuk membayar pajak mengalami peningkatan.

"Untuk hari pertama Sabtu lalu ada enam orang, untuk hari kedua ini mungkin akan lebih banyak lagi, tapi sekarang belum direkap secara keseluruhan, karena perekapanya bulanan," paparnya.

Ia menyampaikan, supaya tidak terjadi kerumunan saat mengantri, petugas Samsat Lubuklinggau membagi menjadi dua kelompok, untuk laki-laki di tenda luar sementara ibu-ibu di bagian dalam ruang tunggu.

DP Rp 0, Program Tunjuk Rumah BNI Griya iB Hasanah Sediakan 31 Rumah di Sumsel

"Kita pisah bapak-bapak di luar, ibu-ibu di bagian dalam untuk menghindari kerumunan, kecuali untuk pengambilan berkas bisa langsung ke bagian pelayanan," terangnya.

Ia menyebutkan, untuk wajib pajak kendaraan roda dua di Kota Lubuklinggau kurang lebih sebanyak 24 ribu sedangkan untuk kendaraan roda empat sebayak 9 ribu.

"Yang tidak pajak untuk kendaraan roda dua lebih kurang ada 6 ribu sedangkan kendaraan roda empat 2 ribu kendaraan.

Kita berharap momen pemutihan kendaraan ini bisa dimanfaatkan masyarakat untuk lebih taat lagi," ujarnya.

Ia menambahkan syarat pemutihan kendaraan ini sama saja dengan membayar pajak pada umumnya yakni untuk pajak tahunan cukup membawa STNK asli dan KTP.

"Untuk pajak lima tahunan, membawa KTP, STNK dan BPKB asli serta melakukan cek fisik motor," tambahnya.

Sumber: Tribun Sumsel
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved