Breaking News:

Polisi Diminta Tindak Pemalak di Perbatasan Sumsel-Jambi, Pecah Kaca Truk Gegara tak Dikasih Uang

Pengendara yang melintas di Jalan Lintas Sumatera wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) resah dengan aksi pemalak.

Editor: Refly Permana
tribunsumsel.com/rahmat
Mobil truk pecah kaca diduga dipecahkan oleh pemalak di wilayah perbatasan antara Kabupaten Sarolangun Jambi dengan Kabupaten Muratara Sumsel. 

SRIPOKU.COM, MURATARA - Pengendara yang melintas di Jalan Lintas Sumatera wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) resah dengan aksi pemalak.

Baru-baru ini dikabarkan ada pengendara truk yang mengangkut batu bata mengaku menjadi korban pemalakan.

Kejadian itu terjadi di wilayah perbatasan antara Kabupaten Sarolangun Jambi dengan Kabupaten Muratara Sumatera Selatan (Sumsel).

Lanjutan Program Internet Desa Pemprov Sumsel, Tahun Ini 17 Desa akan Segera Punya Internet

Kawasan yang sering terjadi pemalakan itu di wilayah Simpang Nibung hingga ke perbatasan Sumsel - Jambi.

Pemalak di kawasan tersebut meminta uang kepada pengendara, dan jika tak diberi kerap melakukan tindakan anarkis.

Seperti belum lama ini, kaca mobil truk yang sedang mengangkut batu bata diduga dipecahkan oleh pemalak karena tak diberi uang.

"Memang banyak pemalak di situ, saya tidak tahu pemalak itu warga sana itulah atau warga dari daerah lain.

Kemarin ada mobil angkut batu bata, gara-gara sopirnya tidak ngasih uang, kaca mobilnya dipecah, meresahkan sekali," kata Nueng, seorang warga, Rabu (29/7/2020).

Ia berharap baik dari kepolisian Kabupaten Muratara maupun kepolisian dari Kabupaten Sarolangun agar menindak aksi pemalakan yang meresahkan tersebut.

Mengaku Malu Lahirkan Anak Hasil Diperkosa Saat Jadi TKW, Pasutri Ini Tega Buang Bayi di Jembatan

"Pak polisi tolonglah ditindak, atau adakah patroli rutin, karena sangat meresahkan sekali," pintanya.

Kabag Ops Polres Muratara, Kompol Hermansyah, menegaskan pihaknya sudah melakukan patroli rutin di sepanjang Jalinsum wilayah Muratara.

"Setiap malam kita patroli, karena sudah menjadi kewajiban kita untuk memberikan rasa aman kepada pengendara maupun masyarakat," katanya.

Terkait kabar adanya aksi pemalakan di wilayah perbatasan Sumsel - Jambi, pihaknya segera menindaklanjuti informasi tersebut.

"Segara kita lihat ke sana, kalau memang ada akan kita beri pengertian supaya tidak memalak lagi, kalau masih maka akan kita tindak," tegasnya.

Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved