Berita Pagaralam

Masih Banyak Kawasan Blank Spot di Pagaralam, Pelajar harus Naik Bukit untuk Mencari Sinyal Internet

Pelajar di Dusun Tanjung Taring, Kecamatan Dempo Utara Sumsel rela naik perbukitan demi mencari sinyal internet untuk belajar secara daring.

Tayang:
Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Tarso
Handout
Tampak Beberapa Siswa yang harus rela belajar dan mengirim tugas di perbukitan karena kesulitan mencari sinyal Internet. 

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Pemerintah (Pemkot) Kota Pagaralam melalui Dinas Pendidikan (Disdik) telah memutuskan jika saluruh sekolah di Pagaralam untuk belum melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka pada tahun ajaran baru 2020/2021.

Hal ini disebabkan saat ini situasi pandemi virus corona atau Covid-19 masih belum mereda. Jadi diharuskan masih menggunakan metode pembelajaran bagi murid masih secara jarak jauh atau secara daring.

Namun masih ada siswa di Pagaralam yang kesulitan dalam menjalankan metode belajar sacara daring, karena kesulitan mendapatkan sinyal internet atau kawasan Blank Spot.

Seperti di kawasan Dusun Tanjung Taring, Kecamatan Dempo Utara Kota Pagaralam Sumsel. Yang rela naik perbukitan demi mencari sinyal internet untuk belajar secara daring.

Pemkot Prabumulih Minta Bantuan Perusahaan untuk Memasang Wifi Gratis agar Belajar Daring Lancar

12 Desa di OKU Selatan Belum Tersentuh Penerangan PLN, Warga Bangun PLTA Mini dari Aliran Sunga

Waspada! Empat Penyakit Pernapasan Ini akan Memburuk Jika Ditambah Serangan Asap dan Covid-19

Dinas Pendidikan Pagaralam melalui Kabid Pembinaan Pendidikam Dasar, Jimio Siswanto membenarkan jika di Pagaralam masih terdapat beberapa titik kawasan yang Blank Spot. Hal ini cukup menyulitkan para siswa yang berada di kawasan tersebut.

"Kita sudah dapat kabar terkait adanya siswa yang kesulitan menjajankan metode belajar secara daring, saat ini kita dalam penjajakan mencari solusinya," katanya.

Salah satunya solusi yang akan diterapkan yaitu belajar secara luring, yaitu guru di sekolah di kawasan tersebut mendatangi para siswa untuk melakukan proses belajar mengajar. Sehingga proses belajar masih bisa dilakukan secara baik. Namun dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan.

"Selain cara itu sekolah juga bisa meminta guru memberikan secara tertulis tugas yang akan di kerjakan siswa, sehingga terkhusus siswa yang sulit mendapatkan sinyal atau tidak bisa belajar secara daring masih bisa melalui cara Luring," ujarnya.(one)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved