Berita Palembang

Waspada! Empat Penyakit Pernapasan Ini akan Memburuk Jika Ditambah Serangan Asap dan Covid-19

Menurut dr Zen Ahmad, Ada empat penyakit pernapasan yang bertambah buruk jika dibarengi dengan terjadinya kabut asap dan Covid-19.

Tayang:
Penulis: maya citra rosa | Editor: Tarso
Humas Pemprov Sumsel
dr Zen Ahmad Ketua Tim Penyakit Inspeksi Emerging (PIE) RSUP Muhammad Husein Palembang 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Maya Citra Rosa

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kebakaran hutan yang dapat menyebabkan kabut asap melanda, justru akan memperparah kondisi wabah Covid-19 apabila terjadi dalam waktu bersama-sama.

Menurut Ketua Tim Penyakit Infeksi Emerging (PIE) RSUP Mohammad Husien Palembang, dr Zen Ahmad, Sp PD KP FINASIM, penyakit-penyakit yang ditimbulkan akibat kebakaran hutan dan Virus Corona, sama-sama berisiko tinggi bagi penderita saluran pernapasan.

Ada empat penyakit yang terjadi pada sistem pernapasan yang berisiko semakin buruk, dapat disebabkan oleh asap kebakaran hutan atau Covid-19.

1.       Penyakit yang terjadi pada saluran napas atas, yaitu termasuk hidung, mulut dan Faring. Seperti penyakit rinitik kronik, apabila terkena asap, maka penyakit tersebu akan semakin bertambah buruk.

“Juga Paringitis atau ISPA kalau ada asap kebakaran, akan iritasi atau radang, dimana kuman mudah berkembang,” ujarnya.

2.       Penyakit yang terjadi pada saluran napas bawah, yaitu mulai dari pangkal tenggorokan, yang mana pada bagian itu tidak ada kuman, namun karena ada asap kebakaran dapat masuk ke saluran napas bawah ini.

“Apalagi kalau asap itu mengandung banyak partikel, penyakit yang ada di saluran napas bawah ini adalah asma, maka orang tersebut akan semakin kambuh,” ujarnya.

Seorang Pedagang Ayam di Palembang Jadi Korban Begal Motor Saat di Jalan Soekarno-Hatta, Kena Tikam

Belum Setahun Selesai Dibangun, Plafon Kantor Uji Kir Milik Pemkab Banyuasin Runtuh

Seorang Remaja Tanpa Sebab dan Masalah Dikeroyok 9 Orang Saat Berada di Pasar 16 Ilir Palembang

3.       Penyakit yang terjadi pada jaringan paru-paru, yang dapat membuat Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), peradangan paru atau pneumonia yang berkembang dalam jangka waktu panjang.

“Apalagi kalau asap itu mengandung banyak partikel bagi orang yang punya PPOK, jaringan parunya sudah rusak, lalu ditambah masuk Covid-19, maka akan lebih bahaya, dibandingkan orang yang sehat,” ujarnya.

4.       Penyakit jantung yang seharusnya berfungsi memompa darah yang membawa nutrisi dan oksigen ke seluruh tubuh.

 Namun karena adanya partikel yang masuk ke saluran pernapasan, maka akan berisiko penyakit jantung.

Empat penyakit ini berisiko baik dalam kondisi kabut asap maupun Covid-19, menyebabkan saluran napasnya yang rusak dan semakin menyempit, menimbulkan penyumbatan di saluran napas sehingga udara masuk dan keluar akan terhalang.

“Mudah-mudahan wabah Covid-19 dan kabut asap karena kebakaran hutan ini tidak terjadi bersamaan,” ujarnya.
 

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved