Hubungan Individu dan Masyarakat Dalam Konsep Masyarakat Adat

Di dalam hukum adat manusia, sama sekali b.ukan individu terasing, bebas dari ikatan dan semata mata hanya ingat keuntungan sendiri.

Penulis: Salman Rasyidin | Editor: Salman Rasyidin
SRIPOKKU.COM/DERYARDLI
Albar Sentosa Subari, Wakil Ketua Pembina Adat Sumsel. 

SRIPOKU.COM-- Di dalam hukum adat manusia, sama sekali bukan individu terasing, bebas dari ikatan dan semata mata hanya ingat keuntungan sendiri, melainkan yang terutama ialah anggota masyarakat. Di dalam hukum adat yang primer bukanlah individu, melainkan masyarakat.

Menurut Ketua Pembina  Adat Sumatera Selatan  Albar Sentosa Subari SH. MH, beberapa hari yang lalu kepada  Redaksi SRIPOKU.COM, masyarakat berdiri di tengah tengah kehidupan hukum.

Individu terutama, dianggap sebagai suatu anggota masyarakat, suatu mahluk yang hidup pertama untuk mencapai tujuan tujuan masyarakat.

Karena itu, menurut tanggapan hukum adat, kehidupan individu ialah kehidupan yang terutama diperuntukkan buat mengabdi kepada masyarakat.

Tapi pengabdian kepada masyarakat ini oleh individu tidak dirasakan sebagai beban, yang diberikan kepadanya oleh suatu kekuasaan yang berdiri di luar  dirinya.

Pengabdian itu tidak bersifat "pengorbanan" yang harus diberikan oleh individu untuk kebaikan umum.

Di dalam kesadaran rakyat kewajiban kewajiban kemasyarakatan semata mata adalah fungsi fungsi aewajarnya dari kehidupan manusia.

Sebaliknya individu sebagai anggota masyarakat, mempunyai pula hak hak.

Tapi hak hak ini di dalam cara berpikir orang Indonesia, adalah hak hak kemasyarakatan, artinya hak hak yang diberikan kepada individu berhubung dengan tugasnya dalam masyarakat.

Jadi, pergaulan hukum mengharap dari individu, bahwa ia akan menjalankan kekuasaan hukumnya sesuai dengan tujuan sosial.

Masyarakat tidak dipandang sebagai badan tersendiri dengan suasana kepentingan sendiri.

Masyarakat bukan suatu kekuasaan, yang berdiri lepas dari manusia seorang seorang dan berhadapan dengan nya. Tidak, individu individu terutama merasa dirinya satu dengan golongan.

Mereka itu mengakui dirinya sebagai bagian bagian dari keseluruhan dan hidup sesuai dengan itu.

Demikian pula masyarakat melihat individu sebagai bagian yang di perkhusus dari pada nya.

Jadi menurut cara berpikir tersebut, individu adalah suatu mahkuk, dalam mana masyarakat mengkhususkan diri.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved