Breaking News

Berita Muaraenim

Pengurus PGRI Muaraenim Bakal Laporkan Akun Facebook yang Tulis Status Guru Makan Gaji Buta

Dari data dan informasi yang diimpun, dalam akun bersangkutan tertulis "Guru sekarang enak ya makan gaji buta".

Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Yandi Triansyah
Internet
Logo Facebook. 

SRIPOKU.COM, MUARAENIM --  Pengurus DPC PGRI Kabupaten Muaraenim akan laporkan akun Facebook M ke pihak berwajib.

Setelah postingannya di media sosial dianggap melecehkan profesi guru.

Dari data dan informasi yang diimpun, dalam akun bersangkutan tertulis "Guru sekarang enak ya makan gaji buta".

Meski postingan tersebut sudah dihapus, namun tangkapan gambar postingan akun itu tersebar luas di Grup WhatsApp dan akhirnya menuai kritik beberapa organisasi guru di Kabupaten Muaraenim.

Warga Tulang Bawang Dikejutkan Penemuan Mayat Bayi, Mengapung di Sungai Dibungkus Kain Bedong

 

VIRAL Seorang Pria Injak Kepala Kucing Hamil dengan Keras hingga Kucing Mati, Kejam!

Menurut Plt Ketua DPC PGRI Muaraenim Jumran SH, MM sangat menyayangkan isi postingan tersebut karena telah menyakiti para guru dan tenaga pengajar.

Karena tidak benar saat ini guru makan gaji buta, sebab meski di tengah pandemi Covid-19 guru masih tetap mengajar dengan cara Daring walaupun tidak ada pembelajaran dalam bentuk tatap muka.

Bahkan sebaliknya beban guru justru bertambah berat harus mengajar lewat media daring yang mana guru harus menyiapkan semua fasilitas pembelajaran baik dari media pembelajara hingga strategi proses pembelajaran yang tidak biasa harus mereka jalanani.

Atas tuduhan tersebut pihaknya sangat merasa keberatan karena proses pembelajaran Daring ini juga dilakukan khusus untuk wilayah zona Merah dan jika terdapat siswa yang tidak bisa mengikuti pembelajaran Daring ini siswa tersebut dapat belajar menggunakan media lain.

Idul Adha SebentarLagi, 10 Makanan Khas Palembang Ini Bisa Jadi Menu Kumpul Keluarga, Dijamin Lezat

 

Punya Uang 100 Rupiah Perahu Layar, Anda Beruntung, Ini Misteri Uang Kertas 1992 yang Kontroversial

"Daring ini terpaksa kita lakukan karena Kota Muara Enim ini saat ini masuk kategori zona Merah.

Siswa yang tidak bisa mengikuti pembelajaran daring ini bisa dengan cara mengambil tugas ke guru dan dikerjakan di rumah kemudian di kumpul ke sekolah sesuai dengan instruksi gurunya," jelas Kepala SMP N 5 Muaraenim.

Atas postingam tersebut, lanjut Jumran, pihaknya akan mempelajari dan tentu saja akan meminta yang bersangkutan mempertanggung jawabkan perbuatannya itu.

Sebab kata dia, postingan tersebut termasuk pencemaran nama baik institusi, profesi, dan juga salah satu bentuk pelanggaran UU ITE.

Makanya, yang bersangkutan harus mempertanggung jawabkan perbuatannya ini.

Kasus Kematian Covid-19 di Muaraenim Kembali Bertambah Seorang Pasien Positif Corona Meninggal Dunia

 

Panik Bertemu Petugas, Bandar & Pemakai Ketahuan Buang Sabu, Akhirnya Ditangkap Polres Prabumulih

Ditambahkan oleh Sekertaris PGRI Muaraenim Heri Candra bahwa tulisan dalam akun tersebut jelas termasuk ujaran kebencian.

Untuk itu pihaknya dari PGRI akan menuntut pemilik akun tersebut secara hukum.

"Ini jelas ujaran kebencian dan melanggar UU ITE dan telah melecehkan profesi guru dan bahkan bukan satu orang guru yang dilecehkan melainkan seluruh guru di Indonesia.

Maka itu besok kita akan mengumpulkan seluruh pengurus cabang PGRI kecamatan hingga Ranting untuk melaporkan akun tersebut," tegasnya.

Terpisah Majelis Kepala Sekolah SMA (MKKS) kabupaten Muara Enim Darmadi saat dikonfirmasi juga mengutuk keras unggahan akun tersebut dan menjelaskan bahwa guru tidak benar apa yang diunggah oleh akun tersebut karena sampai hari ini guru masih melaksanakan KBM dan datang ke sekolah.

Tak Sungkan Membunuh Korbannya, Pelaku Begal Sadis Bersenjata Api di OKI Ditangkap

 

Cucu Kesayangan Konglomerat, Menu Makanan Kantin Sekolah Anak Nia Ramadhani Mewah Bak Restoran Mahal


"Jelas apa yang diposting akun tersebut sangat salah besar dan itu tidak benar.

Guru tetap mengajar baik itu melalui daring/luring dan bahkan guru melakukan pembelajaran menggunakan portofolio bagi siswa yg tidak punya jaringan atau sejenisnya," urainya.

Darmadi menyesalkan perbuatan akun tersebut dan meminta akun tersebut untuk meminta maaf karena jelas melanggar UU ITE.

Bukannya berpikiran negatip seperti itu harusnya dimasa Pandemi Covid 19 ini, masyarakat sadar betapa pentingnya arti seorang guru.

Kemudian pihaknya tegaskan bahwa Guru juga inginnya belajar tatap muka karena pembelajaran melalui Daring ada sisi yang tidak bisa disampaikan kepada anak oleh para guru.

"Kita berdoa semoga wabah ini cepat habis sehingga pembelajaran dapat dilakukan tatap muka," harapnya.

Cucu Kesayangan Konglomerat, Menu Makanan Kantin Sekolah Anak Nia Ramadhani Mewah Bak Restoran Mahal

 

Bongkar Rahasia, Rupanya Billy Syahputra Pernah Ditahan Polisi, Pacar Amanda Manopo Datangi Psikolog

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved