PUNYA Sajadah Jadul yang Populer di Tahun 90-an dan Kini Viral, Anda Beruntung, Perhatikan Motifnya!

Belakangan ini, warganet dibuat heboh dengan kemunculan sajadah jadul yang berdesain Masjid Aya Sofya atau Hagia Sophia.

Penulis: Nadyia Tahzani | Editor: Welly Hadinata
twitter
Sajadah Jadul 

“Termasuk dengan 'mind engineering' melalui desain pesan secara tersembunyi. Itulah kenapa, pada saatnya Aya Sofya menjadi Masjid kembali, kita merasa 'tak asing lagi',” pungkasnya.

“Alhamdulillah masih ada dan masih dipakai. Walau ada sdkt rusak,” katanya.

Akun lainnya, @Tox_27 juga mengunggah sajadah yang berdesain Masjid Hagia Sophia dan Masjidil Haram.

“Masih saya pakai dan akan terus saya pakai, termasuk nanti ketika dibawa ke Masjidil Harom dan Aya Sofya, Insyaa ALLAH,” katanya.

Sementara itu, sejumlah warganet baru menyadarinya bahwa masjid yang bersebelahan dengan Masjidil Haram itu adalah Hagia Sophia.

“Bapak ibu saya masih menyimpannya di rumah. Yang kiri kami tahu itu gambar Masjidil Haram, dan yg kanan kami tak tahu itu gambar masjid apa, pokoknya pakai aja buat sujud"

“Owalah.. sy baru sadar,. Pantas dlu bingung, ini masjid apa ya sebelahnya, masjid nabawi juga ga kegitu. Rupanya pas sudah punya anak 3 baru tau.. hahahaa"

PDAM Tirta PALI tak Lagi Mengalirkan Air ke Pelanggan, Warga Terpaksa Antre Mandi di Sungai

Hagia Sophia atau Aya Sofya adalah sebuah tempat ibadah di Istanbul, Republik Turki.

Dari masa pembangunannya pada tahun 537 M sampai 1453 M, bangunan ini merupakan katedral Ortodoks dan tempat kedudukan Patriark Ekumenis Konstantinopel, kecuali pada tahun 1204 sampai 1261, ketika tempat ini diubah oleh Pasukan Salib Keempat menjadi Katedral Katolik Roma di bawah kekuasaan Kekaisaran Latin Konstantinopel.

Bangunan ini menjadi masjid mulai 29 Mei 1453 sampai 1931 pada masa kekuasaan Kesultanan Utsmani. Kemudian bangunan ini disekulerkan dan dibuka sebagai museum pada 1 Februari 1935 oleh Republik Turki.

Namun menjadi masjid kembali pada Jumat, 10 Juli 2020 setelah pengadilan Turki memutuskan bahwa konversi Hagia Sophia pada tahun 1934 menjadi museum adalah ilegal.

Keputusan ini membuka jalan untuk kembali mengubah monumen tersebut menjadi masjid.

Terkenal akan kubah besarnya, Hagia Sophia dipandang sebagai lambang arsitektur Bizantium dan dikatakan "telah mengubah sejarah arsitektur."

Bangunan ini tetap menjadi katedral terbesar di dunia selama hampir seribu tahun sampai Katedral Sevilla diselesaikan pada tahun 1520.

 Melansir Kompas.com 

Shalat Jumat pertama dalam 86 tahun diselenggarakan di Hagia Sophia, pada Jumat (24/7/2020).

Bangunan berusia 1.500 tahun ini semula adalah katedral yang dijadikan masjid lalu museum dan jadi masjid lagi. Hal itu membuat Paus "sangat sedih."

Sekitar 1.000 orang diperkirakan akan mengikuti salat Jumat pertama dalam 86 tahun. Baca juga: Turki Siap Undang Paus Fransiskus ke Hagia Sophia Pada 1934, di bawah kepemimpinan Presiden Mustafa Kemal Ataturk, pendiri Turki modern setelah jatuhnya Ottoman, masjid itu dijadikan museum.

Lukisan dan ornamen Kristiani akan ditutup tirai dengan menggunakan mekanisme khusus selama waktu shalat, tetapi tetap akan dipajang.

Bangunan ini didirikan pada abad keenam sebagai katedral namun dijadikan masjid pada 1453 ketika Ottoman, biasa disebut juga dengan Kekhalifahan Utsmaniyah di bawah Mehmed II atau Sultan Muhammad Al Fatih, menaklukkan Konstantinopel yang kemudian berganti nama menjadi Istanbul.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengundang Paus Fransikus untuk menghadiri pembukaan masjid, lapor kantor berita Anadolu. Namun sejauh ini belum ada laporan bagaimana tanggapan Paus.

Tanggal 12 Juli lalu, Paus mengatakan "sangat sedih" atas keputusan Turki menjadikan Hagia Sophia kembali menjadi masjid. Paus sendiri mengunjungi Hagia Sophia dalam kunjungan ke Turki pada 2014.

Shalat Jumat pertama akan dipimpin oleh Ali Erba ketua direktur keagamaan, lapor harian Turki Hürriyet.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved