Breaking News:

Berita Palembang

Tren pelaku Kejahatan Menggunakan Cairan Cuka Para atau Asam Semut, Ini Kata Kapolda Sumsel

Trend Pelaku tindak kriminali di Sumatera Selatan (Sumsel) menggunakan cairan air keras jenis cuka para (Asam Format) atau asam semut.

Editor: Tarso
SRIPOKU.COM / Bayazir Al Rayhan
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Prof Eko Indra Heri 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Beberapa hari terakhir masyarakat dibuat resah dengan pelaku tindak kriminalitas di Sumatera Selatan (Sumsel) yang menggunakan cairan air keras jenis cuka para (Asam Format) atau biasa disebut asam semut untuk melumpuhkan korbannya.

Seperti beberapa waktu lalu, gelandang PS Palembang, Firmansyah disiram cairan cuka para oleh dua orang tidak dikenal.

Satu pelaku penyiraman berhasil dibekuk oleh Polsek Talang Kelapa, Banyuasin. Dari pengakuan pelaku, motif dari penyiraman air keras tersebut dikarenakan adanya dendam pelaku terhadap kakak korban.

Selain itu juga, Unit 1 Subdit 3 Jatanras Polda Sumsel kemarin mengamankan satu pelaku penyiraman cuka para terhadap oknum juru parkir di Jalan Sudirman Kota Palembang.

Ditangkap Saat akan Transaksi Senjata Api Rakitan, Adi Chandra Dijanjikan Upah 500 Ribu

70 Tambahan Covid-19 di Sumsel, 63 Palembang, 2 Prabumilih & OKI, 1 Muaraenim Pagaralam & Musi Rawas

Kisah Tragis Seorang Pelajar di Palembang, Dicekoki Miras Hingga Diperkosa Empat Pria di Kosan

Alasan pelaku yakni karena dendam akibat korban mengambil lahan parkir milik pelaku tanpa pamit terlebih dahulu.

Tentunya dengan kejadian ini, masyarakat tentunya dibuat resah akan kejadian tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Prof Eko Indra Heri mengatakan akan menindak para pelaku kejahatan yang dapat membahayakan jiwa masyarakat.

Tidak tanggung-tanggung, pelaku tindak kriminalitas tersebut akan ditindak tegas sesuai aturan hukum yang berlaku.

"Pada prinsipnya semua pelaku kejahatan yang sudah membahayakan jiwa dari korban , petugas atau masyarakat akan kita tindak tegas sesuai aturan hukum yang berlaku," singkat Eko Indra Heri, Jumat (17/7/2020).

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved