Inilah Deretan Gejala Alergi Madu dan Cara Mengatasinya
Nutrisi dalam madu tersebut membuat bahan alami ini kerap digunakan sebagai pemanis sekaligus obat beberapa penyakit.
Umumnya, alergi madu pada orang dewasa tidak menyebabkan komplikasi serius.
Dan jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:
Bahaya madu untuk bayi di bawah 1 tahun
Kendati relatif aman apabila dikonsumsi orang tanpa riwayat alergi, namun madu tidak direkomendasikan bagi bayi di bawah usia 1 tahun atau 12 bulan.
Madu berpotensi membawa bakteri Clostridium botulinum.
Bakteri ini tidak berbahaya bagi anak-anak di atas 1 tahun dan orang dewasa karena sistem kekebalan dan pencernaan mereka telah matang.
Jika bayi di bawah usia 1 tahun menelan bakteri Clostridium, bakteri dapat berkembang biak di usus dan mempengaruhi sistem saraf mereka.
Kondisi ini dikenal sebagai botulisme pada bayi. Meskipun jarang, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa.
Beberapa gejala botulisme pada bayi termasuk lemah otot dan masalah pernapasan.
Selain itu, infeksi bakteri yang bisa berdampak fatal ini juga menimbulkan gejala:
- Sembelit
- Tangisan jadi lemah
- Bayi lemas
- Susah menelan minuman atau makanan
Botulisme pada bayi bisa diobati, asalkan bayi cepat mendapatkan pertolongan medis.
Jika bayi tak sengaja menelan madu dan menunjukkan gejala botulisme, segera bawa ke rumah sakit.
Cara mengobati alergi madu
Secara umum, alergi madu dapat diobati dengan pereda atau obat antialergi.
Dokter biasanya memberikan obat jenis antihistamin untuk meredakan gejala alergi.
Apabila gejala alergi semakin memburuk setelah satu jam, segera dapatkan bantuan medis.
Penulis Mahardini Nur Afifah
Berita Ini Sudah Diterbitkan di Situs https://health.kompas.com/ dengan Judul:
Kenali Gejala Alergi Madu dan Cara Mengatasinya
Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini:

:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/madu-mentah.jpg)