Inilah Deretan Gejala Alergi Madu dan Cara Mengatasinya
Nutrisi dalam madu tersebut membuat bahan alami ini kerap digunakan sebagai pemanis sekaligus obat beberapa penyakit.
SRIPOKU.COM - Madu adalah pemanis alami yang terbuat dari nektar tanaman berbunga.
Seperti dilansir dari Healthline, madu mengandung asam amino, vitamin, dan antioksidan yang baik bagi tubuh.
Nutrisi dalam madu tersebut membuat bahan alami ini kerap digunakan sebagai pemanis sekaligus obat beberapa penyakit.
• Inilah 6 Cara Mengatasi Sakit Tenggorokan Secara Alami: Konsumsi Madu atau Berkumur Dengan Soda Kue
• Sakit Mata Bisa Disembuhkan hanya dengan Rebusan Daun Sirih? Berikut Fakta Sebenarnya
Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Kendati bisa bermanfaat bagi tubuh, namun sebagian orang juga bisa mengalami alergi madu.
Alergi ini bisa muncul apabila madu yang diproduksi terkontaminasi serbuk sari dari tanaman lain, seperti tulip, bunga matahari, kayu putih, dll.
Jika punya riwayat alergi serbuk sari, besar kemungkinan seseorang juga alergi sejumlah madu.
Gejala alergi madu
Madu umumnya memiliki sifat antiperadangan dan antioksidan alami.
Namun, serbuk sari dan zat pemicu alergi dari tanaman lainnya bisa mencemari madu.
Itu sebabnya, gejala alergi madu bisa menyerupai alergi polen atau serbuk sari.
Beberapa di antaranya:
- Pilek
- Bersin
- Badan bengkak
- Mata berair
- Tenggorokan gatal
- Ruam
- Gatal-gatal
- Timbul benjolan di kulit
Gejala alergi madu tersebut dapat bervariasi, tergantung tingkat keparahan alergi dan kondisi tubuh.
Reaksi alergi ini bisa muncul saat seseorang makan madu atau kulitnya terkena madu.
Dalam kasus yang lebih parah, gejala alergi madu bisa sampai:
- Sakit kepala
- Mengi
- Mual
- Muntah
- Diare
- Pingsan
- Detak jantung tidak teratur
- Anafilaksis
Jika Anda mengalami gejala alergi setelah mengonsumsi madu, segera konsultasi ke dokter.
Umumnya, alergi madu pada orang dewasa tidak menyebabkan komplikasi serius.
Dan jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:
Bahaya madu untuk bayi di bawah 1 tahun
Kendati relatif aman apabila dikonsumsi orang tanpa riwayat alergi, namun madu tidak direkomendasikan bagi bayi di bawah usia 1 tahun atau 12 bulan.
Madu berpotensi membawa bakteri Clostridium botulinum.
Bakteri ini tidak berbahaya bagi anak-anak di atas 1 tahun dan orang dewasa karena sistem kekebalan dan pencernaan mereka telah matang.
Jika bayi di bawah usia 1 tahun menelan bakteri Clostridium, bakteri dapat berkembang biak di usus dan mempengaruhi sistem saraf mereka.
Kondisi ini dikenal sebagai botulisme pada bayi. Meskipun jarang, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa.
Beberapa gejala botulisme pada bayi termasuk lemah otot dan masalah pernapasan.
Selain itu, infeksi bakteri yang bisa berdampak fatal ini juga menimbulkan gejala:
- Sembelit
- Tangisan jadi lemah
- Bayi lemas
- Susah menelan minuman atau makanan
Botulisme pada bayi bisa diobati, asalkan bayi cepat mendapatkan pertolongan medis.
Jika bayi tak sengaja menelan madu dan menunjukkan gejala botulisme, segera bawa ke rumah sakit.
Cara mengobati alergi madu
Secara umum, alergi madu dapat diobati dengan pereda atau obat antialergi.
Dokter biasanya memberikan obat jenis antihistamin untuk meredakan gejala alergi.
Apabila gejala alergi semakin memburuk setelah satu jam, segera dapatkan bantuan medis.
Penulis Mahardini Nur Afifah
Berita Ini Sudah Diterbitkan di Situs https://health.kompas.com/ dengan Judul:
Kenali Gejala Alergi Madu dan Cara Mengatasinya
Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini:

:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/madu-mentah.jpg)