Berita Palembang
Cerita Ika Populerkan Makanan Khas Sumsel Bekasam dan Rusip Dikirim hingga ke Luar Kota
Ika sejak dua bulan terakhir menggeluti usaha kuliner pekasam dan rusip.
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Ika sejak dua bulan terakhir menggeluti usaha kuliner pekasam dan rusip.
Ia tergerak mempopulerkan makanan khas Sumatera Selatan tersebut, karena prihatin melihat produk kuliner dari luar menjadi penguasa di Kota Palembang.
Bekasam adalah produk olahan ikan yang difermentasi menjadi lauk yang biasanya diolah dengan cara ditumis bersama bumbu sambal lainnnya.
Makanan ini menimbulkan cita rasa asam dan asin karena perpaduan asam dari permentasi ikan dengan nasi yang digabung dengan garam.
• Seorang Perampok Alfamart di Palembang Meregang Nyawa Pasca Lepaskan Tembakan ke Arah Polisi
• Gubernur Sumsel Herman Deru Pastikan Anggaran Covid-19 Fokus Digunakan untuk Keselamatan Masyarakat
Makanan ini populer ditemui di sejumlah daerah di Sumsel yang cocok dikombinasikan dengan sayuran atau lalapan dengan nasi hangat.
"Efek Corona jadi kreatif berpikir mau masak apa karena olahan ayam, ikan atau daging sudah biasa sehingga mencari yang khas jadi muncul membuat Bekasam," ujar Ikan, Jumat (10/7/2020).
Usaha Bekasam yang diberi nama sambal dusun TJ Pastel ini sudah dimulai sejak dua bulan lalu.
• Perlukah Memakai Masker Saat Berada di Dalam Mobil? Ini Penjelasan Dokter
• Video: Jenazah Efriza Yuniar di Sholatkan di Ruang Forensik RS Bhayangkara Palembang
Satu bulan bisa memproduksi 10 kilo ikan sungai sebagai bahan bakunya atau 500 botol.
Ikan sungai yang dijadikan bahan utama bekasam yakni ikan lambak atau sejenis ikan betino ukuran kecil, ikan sepat juga seluang.
Semua ikan ini asli ikan air tawar yang mudah dijumpai di Sumsel.
• Tangis Pecah, Kakak Yuyun Guru di Banyuasin Tewas Dibunuh, Saksikan Jenazah Adiknya Dibungkus Kafan
• Anang ‘Sensi’ Masalah dengan KD Disebut Halangi Aurel Nikah, Suami Ashanty Dingin: Urusannya Apa?
Ikan kemudian memproduksi Bekasam ini bukan cuma sebagai Bekasam mentah saja tapi dibuat menjadi Bekasam siap santap yang sudah dimasak bersama bumbu cabai, bawang, garam, dan penyedap kaldu jamur.
Sambal ini dibuat tanpa menggunakan pengawet sehingga hanya bisa bertahan empat hari di suhu ruangan dan dua bulan jika disimpan dalam freezer.
Sementara itu rusip udang dan rusip ikan dia beli dari Bangka kemudian dimasak menjadi sambal siap santap juga sama seperti Bekasam sehingga praktis tinggal makan bersama nasi dan lauk juga lalapan.
Sambal ini dijual dalam botol ukuran 200 ml yang dibandrol Rp 30 ribu per botol.
• Cerita Keluarga Mendiang Yuyun di Detik-detik Sebelum Guru SD Ditemukan Tewas, Hilang di Hari Ultah
• Yuyun Guru SD Tewas di Banyuasin Dibunuh Tepat Dihari Ulang Tahunnya, Sempat Video Call Keluarga
Hingga kini sambal dusun Bekasam dan rusip ini sudah terjual secara online hingga luar kota ke Jakarta, Yogyakarta, Jambi, Lampung, Bengkulu dan kota lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/ika-owner-kj-pastel.jpg)