Liputan Eksklusif

Heboh Kalung Anti Corona, Ternyata Belum Teruji Klinis

Dalam dunia pengobatan kedokteran suatu produk tidak boleh serta-merta langsung mengklaim obat atau alat yang dikeluarkan mujarab

Editor: Soegeng Haryadi
DOK. SRIPO
Halau Virus dari Jarak 0,5 Meter 

PALEMBANG, SRIPO -- Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumsel, dr Rizal Sanif SpOG (K) menyatakan, kalung anti virus asal Jepang "Shut Out" belum dapat dipastikan kesahihannya sebagai alat yang mujarab dapat menangkal virus corona atau Covid-19 yang mengancam tubuh manusia.

Menurutnya, dalam dunia pengobatan kedokteran suatu produk tidak boleh serta-merta langsung mengklaim obat atau alat yang dikeluarkan tersebut sudah pasti mujarab dalam menangani suatu penyakit.

Tren Kalung Anti Corona dari Jepang, Halau Virus dari Jarak 0,5 Meter

"Kalung anti virus tidak boleh mengklaim bahwa mujarab dalam menangkal corona, karena ini akan menyesatkan masyarakat dan akan merugikan dunia kesehatan," jelasnya, Rabu (8/7).

Ia mengungkapkan, suatu obat sebelum dipasarkan harus terlebih dahulu melewati serangkaian uji klinis oleh tenaga ahli di bidangnya.

Sementara kalung anti virus ini masuk ke dalam kategori obat atau alat yang tidak jelas uji klinisnya.

Video : Tren Kalung Anti Corona Dipakai Pejabat Hingga Artis, Halau Virus dari Jarak 0,5 Meter

"Menurut saya itu kalung sesat dan menyesatkan. Tidak ada uji klinis yang sahih produk tersebut. IDI tidak menyarankan masyarakat menggunakannya," tegas Rizal.

Dengan belum adanya uji klinis yang menyatakan mengenai alat tersebut, IDI Sumsel mengimbau masyarakat jangan dahulu menggunakannya.

Rizal menyebut, saat ini yang paling ampuh dalam mencegah penyebaran virus corona adalah dengan pelaksanaan protokol kesehatan yang baik dan benar.

Heboh Kalung Anti Corona, Komentar Jubir Gugus Tugas Covid-19: Soal Khasiat Butuh Penelitian

"Jalankan saja protokol kesehatan yang sebenarnya dengan pengawasan yang ketat. Protokoler kesehatan ini cara paling ampuh pencegahan Covid-19," ungkapnya. (oca)

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved